Majalengka, IDN Times- Deru mesin pabrik modern kini menjadi suara yang akrab di Kabupaten Majalengka, terutama wilayah utara. Setiap pagi dan sore, knalpot motor buruh pabrik memecah jalan desa, menandai jam masuk dan pulang kerja. Namun, di Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi, suara lain masih setia terdengar: dentuman kayu terbakar di hawu, tungku pembakaran genteng tradisional yang menandai hidupnya Jebor.
Di tengah laju industrialisasi, Jebor Srijaya JTW masih bertahan. Bukan karena tak ada pilihan lain, melainkan karena ada warisan, keterampilan, dan harapan yang dijaga lintas generasi.
