Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260127-WA0017.jpg
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Intinya sih...

  • Tim SAR berhasil mengevakuasi 80 bodypack korban longsor di Cisarua, Bandung Barat.

  • Pencarian dilakukan selama 10 hari dan menemukan 4 bodypack pada hari ke-10.

  • Total warga terdampak longsor ada 158 orang, dengan 78 orang selamat dan 80 orang hilang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 80 bodypack atau kantong jenazah dari peristiwa longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Puluhan kantong jenazah tersebut ditemukan berdasarkan pencarian dari hari pertama 24 Januari 2026 sampai dengan 1 Februari 2026.

"Korban yang sudah dievakuasi sampai dengan hari ini Pukul 11.45 WIB adalah 80 bodypack, dalam pencarian berjumlah nol," ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana dalam keterangan, Senin (2/2/2026).

1. Korban ditemukan di beberapa area pencarian

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Ade menyampaikan, pada hari kesepuluh ini tim SAR menemukan empat bodypack korban longsor di Cisarua, sementara total 80 yang berhasil dievakuasi itu merupakan jumlah keseluruhan pencarian dari hari pertama hingga siang hari ini.

"Temuan hari ini pada pukul 08.53 WIB, satu bodypack di area kerja A2, pukul 09.50 WIB, satu bodypack di A3, dan pukul 11.13 WIB, satu bodypack di B2, selanjutnya pukul 11.41 WIB, satu bodypack di B2," ujarnya.

"Bodypack teridentifikasi DVI per tanggal 1 Februari pukul 20.36 WIB sebanyak 61 jiwa dari 77 pack, 16 bodypack masih dalam proses identifikasi," kata Ade.

2. Jumlah rumah rusak berat tercatat mencapai 48 unit

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebelumnya, Sekda Bandung Barat sekaligus Incident Commander Bencana Longsor Pasirlangu, Ade Zakir mengatakan, ia sudah melakukan rekonsiliasi data dengan lintas instansi guna memastikan jumlah korban terdampak. Hasilnya, total warga terdampak longsor ada sebanyak 158 orang dengan rincian 78 orang selamat dan 80 orang hilang.

Bencana longsor Cisarua juga mengakibatkan 564 jiwa terdampak, hingga 164 kepala keluarga (KK) mengungsi. Para pengungsi ini ditempatkan di dua lokasi yakni 306 jiwa di Aula Desa Pasirlangu dan 258 jiwa di GOR Desa Pasirlangu.

"Untuk jumlah rumah rusak berat total 48 unit. Hunian ini berada di tiga lokasi yakni RW 07, RW 10, dan RW 11," kata Ade Zakir, Kamis (29/2026).

3. Status bencana ditetapkan selama 14 hari

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Pemkab Bandung Barat menyiapkan anggaran Rp7,3 miliar untuk penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu ini. Adapun dana berasal dari belanja tak terduga (BTT) APBD Tahun 2026. Ade menjelaskan, anggaran tersebut akan digunakan untuk sepanjang masa tanggap darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu berlangsung selama dua pekan melalui surat Keputusan (SK) yang ditetapkan Bupati.

"Darurat bencana sudah ditetapkan oleh pak Bupati selama 14 hari. Kami sudah siapkan anggaran sebesar Rp7,3 miliar dari BTT," kata Ade Zakir yang juga bertugas sebagai Incident Commander atau IC, Bencana Longsor Pasirlangu saat dikonfirmasi.

Ade menyampaikan, anggaran itu nantinya akan difokuskan pada tiga klaster penanganan bencana yakni bidang kesehatan melalui Dinas Kesehatan yang mengakomodir masalah kesehatan pengungsi dan relawan, obat-obatan, peralatan medis dan sebagainya.

Selanjutnya, Dinas Sosial yang mengakomodir seputar pengelolaan logistik bantuan, penanganan pengungsi, pemulihan psikososial dan sebagainya, dan terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bertugas mengakomodir logistik kebencanaan dan lainnya.

"Jadi kami koordinasi mulai dari pengobatan, identifikasi DVI, kebutuhan operasional alat berat, kebutuhan dapur umum, dan lainnya," ucap Ade Zakir.

Editorial Team