Ilustrasi daging ayam. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar terpantau naik tipis sebesar 0,25 persen menjadi Rp39.700 per kilogram. Kenaikan ini dinilai masih dalam batas wajar dan belum terlalu memengaruhi daya beli masyarakat.
Namun, harga daging sapi justru menunjukkan tren penurunan. Daging sapi kualitas 1 turun 0,66 persen menjadi Rp142.500 per kilogram, sementara daging sapi kualitas 2 turun 0,56 persen ke level Rp133.950 per kilogram.
Penurunan ini dinilai memberikan sedikit ruang napas bagi konsumen, khususnya pelaku usaha kuliner.
Pergerakan harga juga terjadi pada komoditas gula dan minyak goreng, meski cenderung lebih terkendali. Gula pasir kualitas premium tercatat naik tipis 0,26 persen menjadi Rp19.100 per kilogram. Sementara itu, gula pasir lokal masih stabil di harga Rp17.700 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah relatif tidak berubah di angka Rp19.600 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek 1 mengalami penurunan tipis 0,23 persen menjadi Rp21.650 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek 2 bertahan stabil di level Rp21.050 per kilogram.
Pedagang menilai stabilnya harga gula dan minyak goreng membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan beberapa komoditas lain. “Kalau semua naik, pembeli pasti mengeluh. Sekarang masih campur, ada yang naik, ada yang turun,” tutup Dede.