Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Bapok di Jabar Turun Sepekan Setelah Libur Lebaran 2026
Ilustrasi cabai di Pasar Badung. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Barat turun setelah Idulfitri 2026, termasuk cabai rawit merah yang anjlok 24,01 persen menjadi Rp71.888 per kilogram.
  • Daging sapi dan ayam ras juga mengalami penurunan harga masing-masing sebesar 7,07 persen dan 5,24 persen, seiring normalnya permintaan pasca-Idulfitri.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan distribusi, cadangan pangan, dan kerja sama antar daerah untuk menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Idulfitri 2026

Harga cabai dan daging sapi sempat naik menjelang dan saat Idulfitri 2026 karena peningkatan permintaan.

27 Maret 2026

Harga cabai rawit merah turun 24,01 persen menjadi Rp71.888 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya.

30 Maret 2026

Nining Yuliastiani menyampaikan bahwa setelah Idulfitri harga berbagai jenis cabai, daging sapi, ayam ras, bawang merah, dan bawang putih honan menurun karena pasokan stabil dan permintaan normal kembali.

kini

Harga beras medium tercatat Rp13.164 per kilogram dan beras premium Rp14.549 per kilogram; pemerintah daerah terus memperkuat ketahanan pangan untuk menjaga stabilitas harga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga sejumlah komoditas pangan di Jawa Barat, termasuk cabai rawit, daging sapi, ayam ras, dan bawang, mengalami penurunan setelah Idulfitri 2026.
  • Who?
    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Nining Yuliastiani menyampaikan data penurunan harga tersebut atas pemantauan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
  • Where?
    Penurunan harga terjadi di wilayah Provinsi Jawa Barat, dengan laporan utama berasal dari Bandung sebagai pusat pemantauan harga kebutuhan pokok.
  • When?
    Data penurunan harga dicatat pada Jumat, 27 Maret 2026, dan disampaikan secara resmi pada Senin, 30 Maret 2026, usai perayaan Idulfitri.
  • Why?
    Harga turun karena pasokan bahan pangan stabil, permintaan masyarakat kembali normal setelah Idulfitri, serta adanya langkah pengendalian harga oleh pemerintah daerah.
  • How?
    Pemerintah daerah melakukan penguatan sistem ketahanan pangan melalui peningkatan distribusi, cadangan pangan daerah, dan kerja sama antarwilayah untuk menjaga stabilitas harga berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sesudah Idulfitri, harga cabai di Jawa Barat jadi turun. Bu Nining dari dinas bilang sekarang cabai rawit, cabai merah, dan daging juga lebih murah. Bawang dan beras ikut turun harganya karena barangnya banyak dan orang beli tidak terlalu banyak lagi. Pemerintah mau terus jaga supaya harga tetap stabil dan orang bisa beli dengan tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penurunan harga berbagai kebutuhan pokok di Jawa Barat setelah Idulfitri menunjukkan hasil nyata dari pengelolaan pasokan dan kebijakan pengendalian harga yang efektif. Stabilnya distribusi dan surplus pada beberapa komoditas menandakan koordinasi rantai pasok yang baik, sementara langkah pemerintah memperkuat ketahanan pangan daerah mencerminkan komitmen menjaga kestabilan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat adanya penurunan harga kebutuhan barang pokok setelah Idulfitri 2026. Penurunan tersebut terjadi karena pasokan stabil, permintaan yang kembali normal dan berbagai langkah pengendalian harga jelang dan selama Idulfitri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Nining Yuliastiani menuturkan, komoditas yang mengalami penurunan harga termasuk cabai dan daging sapi. Harga kedua komoditas itu sempat naik sebelum Idulfitri.

Harga cabai rawit merah per Jumat (27/3/2026) mengalami penurunan sebesar 24,01 persen dibandingkan pekan lalu menjadi Rp71.888 per kilogram.

Cabai merah keriting pun mengalami penurunan harga sebesar 16,25 persen menjadi Rp41.678 per kilogram. Sementara, harga cabai merah besar saat ini Rp47.184 per kilogram atau turun 26,94 persen.

"Usai Idulfitri, harga berbagai jenis cabai mengalami penurunan signifikan. Kembali normalnya permintaan masyarakat berperan besar dalam penurunan harga cabai," ujar Nining, Senin (30/3/2026).

1. Harga daging ayam juga mengalami penurunan

Ilustrasi daging ayam (pexels.com/Julia Filirovska)

Harga komoditas daging sapi dan ayam ras juga sudah turun. Harga daging sapi turun sebesar 7,07 persen dibandingkan pekan lalu atau menjadi Rp141.548 per kilogram. Harga daging sapi sempat melonjak saat Idulfitri 2026.

"Sementara, harga daging ayam ras menunjukkan penurunan harga menjadi Rp41.908 atau turun 5,24 persen," kata Nining.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah dan bawang putih honan. Harga kedua komoditas itu mengalami penurunan, yakni 5,53 persen untuk bawang merah dan 1,25 persen bawang putih honan.

2. Harga beras juga mengalami penurunan

Ilustrasi beras (pexels.com/Jubair Bin Iqbal)

Harga bawang merah kini menjadi Rp38.968 per kilogram. Adapun, harga bawang putih honan Rp35.346 per kilogram.

Menurut Nining, penurunan harga bawang merah disebabkan oleh kembali normalnya permintaan setelah Idulfitri dan ditunjang pasokan yang mencukupi. Bahkan, pasokan bawang putih honan surplus.

Barang pokok lain, yaitu beras juga mengalami penurunan harga secara perlahan. Harga beras medium turun 0,13 persen dibandingkan pekan lalu, sedangkan beras premium turun 0,12 persen.

"Kini, harga beras medium sebesar Rp13.164 per kilogram dan beras premium Rp14.549 per kilogram," ucapnya.

3. Pastikan inflasi dapat dikendalikan

Ilustrasi beras (pexels.com/Defrino Maasy)

Ke depan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus berupaya memperkuat sistem ketahanan pangan daerah, termasuk melalui peningkatan konektivitas distribusi, penguatan cadangan pangan, serta pengembangan kerja sama antar daerah (KAD) guna menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga serta laju inflasi daerah dapat dikendalikan dalam kisaran yang aman.

Editorial Team