Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gudang Elpiji di Cirebon Terbakar, Ledakan Bikin Warga Gempar
Kebakaran melanda sebuah rumah yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan tabung gas LPG 3 kilogram di Dusun 02 Cucukul, Desa Lebakmekar, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Minggu (3/5/2026) pagi.
  • Kebakaran melanda gudang penyimpanan tabung gas LPG di Desa Lebakmekar, Cirebon, diduga akibat korsleting listrik dan menyebabkan ledakan yang menggemparkan warga sekitar.
  • Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam tanpa korban jiwa, namun berbagai aset seperti tabung gas, kendaraan, dan bahan material hangus terbakar dengan kerugian sekitar Rp200 juta.
  • Petugas menghadapi kendala akses jalan sempit dan keterbatasan air, namun berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain serta mengimbau warga rutin memeriksa instalasi listrik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Kebakaran melanda sebuah rumah yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan tabung gas elpiji 3 kilogram di Dusun 02 Cucukul, Desa Lebakmekar, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Minggu (3/5/2026) pagi.

Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam, namun kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, menyampaikan laporan kebakaran diterima pukul 07.14 WIB. Tiga menit berselang, satu unit armada beserta personel langsung diberangkatkan menuju lokasi.

"Petugas tiba pukul 07.26 WIB dan segera melakukan pemadaman. Api dapat dikendalikan sekitar pukul 07.50 WIB, kemudian dilanjutkan proses pendinginan hingga pukul 09.00 WIB,” ujar Dadang dalam pesan singkat, Minggu (3/5/2026).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sejumlah aset di dalam gudang dilaporkan hangus terbakar, termasuk tabung gas LPG, kendaraan, serta bahan material lainnya.

1. Api diduga berasal dari korsleting listrik

ilustrasi gas LPG 3 kg (vecteezy.com/onyengradar)

Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari instalasi lampu di bagian tengah bangunan. Percikan api kemudian merembet ke material mudah terbakar yang tersimpan di dalam gudang.

“Di dalam lokasi terdapat tumpukan kusen kayu jati, kardus bekas, serta sekitar 100 tabung gas LPG. Kondisi itu mempercepat penyebaran api,” kata Dadang.

Warga sekitar sempat mendengar suara ledakan saat api mulai membesar. Ledakan diduga berasal dari tabung gas yang terpapar panas. Api dengan cepat membesar karena lokasi berada di lingkungan permukiman padat.

Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 07.00 WIB saat terlihat kepulan asap dari atap bangunan. Setelah dilakukan pengecekan, warga mendapati api sudah menyala di dalam gudang.

Laporan kemudian disampaikan ke perangkat desa dan diteruskan ke petugas pemadam kebakaran.

2. Sejumlah aset hangus terbakar

ilustrasi kebakaran rumah (freepik.com/partystock)

Kebakaran menghanguskan berbagai barang yang tersimpan di dalam gudang. Di antaranya satu unit genset, satu unit mesin pompa air, serta satu unit sepeda motor jenis Vespa Sprint bernomor polisi E 6631 HAM.

Selain itu, sekitar 100 tabung gas LPG 3 kilogram, 1,5 ton padi, kusen-kusen kayu jati, serta tumpukan kardus bekas juga tidak dapat diselamatkan.

Luas bangunan yang terbakar diperkirakan sekitar 5 x 7 meter persegi dari total bangunan seluas kurang lebih 13 x 7 meter persegi. Sebagian area lainnya masih dapat diselamatkan petugas.

“Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp200 juta,” ujar Dadang.

3. Kendala akses dan sumber air

Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Arief Rahman)

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa akses jalan menuju lokasi yang sempit serta keterbatasan sumber air di sekitar titik kebakaran.

Meski demikian, upaya pemadaman tetap dapat dilakukan secara optimal sehingga api tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Dadang mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan instalasi listrik, terutama pada bangunan yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang mudah terbakar.

"Pemeriksaan rutin instalasi listrik sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” katanya. Setelah proses pendinginan selesai dan lokasi dinyatakan aman, petugas kembali ke pos untuk bersiaga.

Topics

Editorial Team