Bandung, IDN Times - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambangi korban bencana di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang sekarang sedang berada di kantor desa. Ditemani Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, dan sejumlah pejabat lainnya, Gibran juga sempat melihat langsung kondisi pemukiman warga yang terdampak longsor.
Di hadapan para warga, Gibran memastikan pemerintah akan serius mencari korban yang tertimbun. Semua dilakukan selama 24 jam agar para korban bisa segera ditemukan.
"Tadi saya habis ngecek lokasi, terus kita upayakan semua untuk mencari korban atas kejadian ini," ujar Gibran, Minggu (25/1/2025).
Dia pun meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Bandung Barat untuk menjaga kesehatan khususnya masyarakat lanjut usia, disabilitas, ibu menyusui, perempuan, dan anak-anak. Pastikan seluruh persedian makanan cukup dan juga kesehatan agar bisa dicek secara berkala
"Petugas kesehatan harus ada dan tepat sasaran," kata dia.
Selain itu Gibran pun meminta pemda untuk segera mempersiapkan lahan relokasi untuk warga yang rumahnya hancur. Lahan relokasi tersebut tidak boleh jauh dari rumah dulu mereka sehingga aktivitas nantinya bisa dilakukan dengan mudah.
"Segera sosialisasikan untuk relokasi ini," kata dia.
Hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 19.00 WIB, Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian dan evakuasi terhadap korban terdampak. Tim mengevakuasi satu korban selamat, empat korban meninggal dunia dan dua body part yang masih dalam proses identifikasi.
"Mulai pukul 11.10 WIB siang tadi, Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi 1 korban selamat atas nama Lili dan dievakuasi ke Puskesmas Pasirlangu, tim selanjutnya melaksanakan evakuasi terhadap korban lainnya yang ditemukan meninggal dunia" kata Ade Dian, selaku SAR Mission Coordinator Operasi SAR Bencana Tanah Longsor di Cisarua Bandung Barat.
Penemuan korban berlanjut pada pukul 15.54 WIB, tim SAR Gabungan menemukan tiga korban perempuan diantaranya dua Korban perempuan ditemukan meninggal dunia di lokasi yang sama sedangkan 1 korban lainnya berjenis kelamin perempuan di titik koordinat yang berbeda.
Selanjutnya penemuan terakhir pada hari ini ditemukan pukul 18.23 WIB berjenis kelamin perempuan dalam kondisi meninggal dunia. Pukul 19.00 WIB dilaksanakan debriefing dan evaluasi harian. Hingga saat ini jumlah data korban sementara 23 orang selamat, sembilan orang meninggal dunia dan korban dalam pencarian sekitar 80 orang, masih bersifat sementara dan bisa berubah, serta dua body part yang masih dalam proses identifikasi.
Cuaca di lokasi kejadian saat pelaksanaan pencarian dilaporkan hujan deras sehingga menghambat proses pencarian, selain itu akses ke search area juga dinilai sulit sehingga membatas mobilisasi tim di lapangan. Selanjutnya pencarian akan dilanjutkan esok hari.
