Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gegara Hairdryer, Rumah Warga Terbakar di Cirebon
ilustrasi menggunakan hairdryer (freepik.com/user18526052)
  • Kebakaran melanda rumah di Desa Kalisapu, Cirebon, akibat hairdryer yang dibiarkan menyala di atas kasur hingga memicu api sekitar pukul 11.20 WIB.
  • Petugas pemadam tiba cepat dan berhasil mengendalikan api dalam waktu kurang dari 20 menit, dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp30 juta tanpa korban jiwa.
  • Dinas Pemadam Kebakaran mengimbau warga lebih waspada terhadap penggunaan alat listrik panas dan memastikan perangkat dimatikan sebelum meninggalkan ruangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Sebuah rumah tinggal di Desa Kalisapu, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, terbakar pada Selasa (5/5/2026) siang. Kebakaran diduga dipicu kelalaian pemilik rumah yang meninggalkan alat pengering rambut (hairdryer) dalam kondisi menyala di atas kasur.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.20 WIB. Petugas pemadam kebakaran menerima laporan lima menit kemudian, tepatnya pukul 11.25 WIB, dan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Hanya berselang satu menit, armada diberangkatkan dan tiba di lokasi pada pukul 11.30 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Kesiapsiagaan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, mengatakan api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat sebelum meluas ke seluruh bangunan.

"Petugas langsung melakukan pemadaman setibanya di lokasi. Api sudah bisa ditangani sekitar pukul 11.38 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 12.08 WIB,” ujar Eno, Selasa (5/5/2026).

1. Api berawal dari kasur yang terbakar

ilustrasi hairdryer (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Berdasarkan keterangan pemilik rumah, kebakaran bermula dari hairdryer yang diletakkan di atas kasur jenis springbed dalam kondisi masih menyala. Saat pemilik meninggalkan ruangan, alat tersebut diduga memicu panas berlebih hingga membakar kasur.

Ketika kembali ke kamar, pemilik mendapati kasur telah terbakar dan api dengan cepat merembet ke perabot lain, seperti lemari pakaian dan bagian plafon rumah. Api juga melalap sejumlah barang elektronik yang berada di sekitar titik awal kebakaran.

Sebelum melapor ke petugas pemadam, pemilik sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menghentikan laju api yang semakin membesar.

"Api cepat merambat karena material yang terbakar mudah menyala, seperti kasur dan perabot berbahan kayu," kata Eno.

2. Kerugian capai puluhan juta rupiah

ilustrasi kebakaran rumah (freepik.com/partystock)

Dalam kejadian tersebut, sejumlah barang dilaporkan hangus terbakar, antara lain satu unit kasur springbed, televisi, kulkas, tiga unit telepon genggam, serta lemari pakaian dan berbagai material lainnya.

Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 12 meter persegi dari total luas bangunan sekitar 495 meter persegi. Sementara itu, sebagian besar bangunan berhasil diselamatkan berkat respons cepat petugas.

Eno menyebutkan, total kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp30 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

“Kerugian material cukup signifikan, tetapi kami bersyukur tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujarnya.

3. Imbauan waspada peralatan listrik

ilustrasi kebakaran hutan (pixabay.com/fish96)

Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik, terutama yang menghasilkan panas seperti hairdryer, setrika, maupun kompor listrik.

Menurut Eno, kelalaian kecil seperti lupa mematikan perangkat elektronik dapat berujung pada kebakaran yang merugikan.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan peralatan listrik dalam kondisi mati saat ditinggalkan. Jangan menaruh alat panas di atas benda mudah terbakar," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran, termasuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah.

Editorial Team