Bandung, IDN Times - Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi bayang-bayang bagi banyak negara. Tekanan geopolitik, fluktuasi harga energi, hingga inflasi yang belum sepenuhnya stabil membuat prospek ekonomi dunia bergerak penuh tantangan.
International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global melambat ke kisaran 3,1 persen pada 2026. Angka ini berada di bawah rata-rata historis sebelum pandemi, menunjukkan adanya perlambatan yang perlu diantisipasi.
Di sisi lain, Bank Dunia juga mengingatkan bahwa tekanan dari sektor energi masih berpotensi memengaruhi inflasi, khususnya di negara berkembang. Kondisi ini pada akhirnya dapat berdampak luas terhadap laju pertumbuhan ekonomi global.
Namun di tengah situasi tersebut, muncul perspektif berbeda yang melihat krisis bukan sekadar ancaman. Forum “Prosperitea Vol. 4: Global Crisis and Its Opportunity” yang digelar Dhanavinya menghadirkan pandangan bahwa ketidakpastian juga bisa menjadi momentum untuk menemukan peluang baru.
