Bandung, IDN Times - Fenomena anak usia SD hingga SMP yang makin sering mencurahkan perasaan atau curhat di media sosial kini menjadi perhatian banyak orang tua. Tak sedikit yang menganggapnya sebagai bentuk “drama remaja” atau sikap berlebihan. Padahal, menurut psikolog klinis anak, perilaku ini berkaitan erat dengan tahap perkembangan mereka.
Psikolog Klinis Anak Rumah Dandelion, Faradila Azka, M.Psi., Psikolog, CMHA, menjelaskan bahwa anak usia 9 hingga14 tahun sedang berada dalam fase eksplorasi identitas. Pada fase ini, kebutuhan untuk diterima secara sosial sangat tinggi, sementara kemampuan regulasi emosi dan kontrol diri belum sepenuhnya matang.
“Media sosial menjadi opsi yang sangat menarik karena memberikan koneksi, ruang ekspresi diri, serta respons cepat dan instan melalui likes dan komentar,” ujar Faradila kepada IDN Times beberapa waktu lalu.
Respons instan tersebut, lanjutnya, secara neurologis mengaktifkan sistem reward di otak remaja. Itulah yang membuat mereka merasa senang dan terdorong untuk mengulang perilaku serupa.
