Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fast Track Financing ModalSaham Bidik Perusahaan B2B Jabar
ilustrasi pinjaman online (freepik.com/jcomp)
  • ModalSaham luncurkan Fast Track Financing Batch II-2026 dengan dana hingga USD 6 juta untuk 10 perusahaan B2B di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten guna memperkuat arus kas operasional.
  • Batch pertama telah menyalurkan Rp40 miliar ke berbagai sektor dan menunjukkan peningkatan omzet signifikan; Batch kedua masih membuka pendaftaran hingga Juli 2026 dengan plafon tersisa Rp80 miliar.
  • Selain pembiayaan, program ini dorong perusahaan membangun tata kelola profesional agar siap pendanaan jangka panjang dan peluang IPO melalui penguatan dokumen serta pencatatan keuangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times Jabar – Arus kas masih menjadi tantangan utama bagi banyak perusahaan business to business (B2B), terutama ketika pekerjaan sudah berjalan tetapi pembayaran dari klien belum cair. Kondisi ini sering membuat perusahaan kesulitan menjaga operasional meski permintaan pasar masih terbuka.

Melihat kondisi tersebut, PT Modal Saham Asia Investama melalui brand ModalSaham membuka program Fast Track Financing Batch II-2026. Program ini menyediakan fasilitas pembiayaan hingga USD 6 juta atau sekitar Rp100 miliar untuk 10 perusahaan B2B terpilih di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

CEO ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi, mengatakan banyak perusahaan sebenarnya memiliki kontrak dan pelanggan yang jelas, tetapi terkendala ruang kas untuk menjalankan pekerjaan tepat waktu.

1. Fokus bantu perusahaan yang sudah punya proyek berjalan

(Dok.Istimewa)

Menurut Reza, pembiayaan yang diberikan tidak sekadar menjadi tambahan modal, tetapi harus mampu menjaga ritme operasional perusahaan.

“Kami melihat banyak perusahaan punya kontrak, invoice, dan pelanggan yang jelas, tetapi operasional harus bergerak lebih cepat daripada pembayaran yang masuk,” ujarnya.

ModalSaham menilai sejumlah aspek sebelum memberikan pembiayaan, mulai dari kualitas transaksi, reputasi pemberi kerja, kebutuhan modal kerja, hingga proyeksi omzet perusahaan.

Menariknya, perusahaan yang lolos seleksi bisa memperoleh pembiayaan tanpa jaminan. Namun, syarat administrasi tetap diperketat, seperti laporan keuangan, kontrak kerja, invoice, hingga catatan piutang.

2. Batch pertama salurkan Rp40 miliar ke berbagai sektor

ilustrasi pinjaman online (freepik.com/pvproductions)

Pada program Fast Track Financing Batch I-2025, ModalSaham telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp40 miliar ke sejumlah sektor usaha, mulai dari electric vehicle, fabrikasi, konstruksi, logistik, outsourcing, pangan, hingga teknologi.

Dari penyaluran tersebut, perusahaan melihat dampak signifikan terhadap perkembangan bisnis peserta. Beberapa perusahaan bahkan mengalami pertumbuhan omzet hingga dua sampai tiga kali lipat dalam satu tahun.

Sementara pada Batch II-2026, hingga akhir April 2026, ModalSaham telah menyalurkan Rp20 miliar kepada tiga perusahaan. Saat ini masih tersedia plafon Rp80 miliar untuk tujuh perusahaan berikutnya.

Pendaftaran program dibuka hingga 31 Juli 2026 dengan periode penyaluran berlangsung sampai Oktober 2026.

3. Dorong UMKM dan perusahaan siap menuju IPO

Ilustrasi UMKM maju

Selain pembiayaan, ModalSaham juga mendorong perusahaan mulai membangun tata kelola bisnis yang lebih profesional agar siap menghadapi pendanaan jangka panjang, termasuk peluang initial public offering (IPO).

Reza yang juga menjabat Ketua Kompartemen Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan BPD HIPMI Jawa Barat periode 2025-2028 menyebut banyak pelaku usaha masih terkendala kesiapan dokumen dan pencatatan keuangan.

Menurutnya, tahap awal pendanaan bisa dimulai dari konsep 3F atau family, friends, and fools untuk membangun bukti pasar sebelum masuk ke pembiayaan institusional yang lebih besar.

“Pembiayaan hari ini bisa menjadi langkah awal menuju struktur pendanaan dan tata kelola yang lebih besar. Tidak semua perusahaan harus langsung IPO, tetapi semua perlu mulai berpikir sebagai perusahaan yang siap dinilai,” kata Reza.

Melalui program ini, ModalSaham berharap perusahaan B2B yang sudah memiliki pekerjaan nyata dapat mempercepat kapasitas bisnis, memperkuat aset, hingga meningkatkan kesiapan korporasi di masa depan.

Editorial Team