Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Farhan Kecam Kekerasan ke Pemain Akademi Persib, Siapkan Perlindungan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengecam dugaan kekerasan terhadap rombongan Akademi Persib di Rest Area KM 360, Batang, dan berkoordinasi dengan polisi serta manajemen untuk proses hukum.
  • Sejumlah korban dilaporkan terluka akibat pecahan kaca dan dugaan penganiayaan, sementara manajemen Persib memastikan seluruh pemain, personel, dan keluarga telah kembali ke Bandung dengan selamat.
  • Pemkot Bandung akan menyusun perlindungan perjalanan tandang bagi tim akademi, menemui orang tua pemain, serta menyiapkan asesmen dan pendampingan psikologis sesuai kebutuhan korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rombongan pemain muda Akademi Persib diduga kena kekerasan di tempat istirahat di Batang. Ada yang terluka karena kaca pecah dan diduga dipukul. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan marah dan mau polisi menyelidiki. Semua sudah pulang ke Bandung dengan selamat. Pemerintah juga mau memberi perlindungan dan bantuan psikolog untuk pemain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengecam tindakan kekerasan yang diduga dilakukan terhadap rombongan Akademi Persib di Rest Area KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Minggu (11/10/2026) malam. Ia memastikan akan berkoordinasi dengan kepolisian dan manajemen Persib untuk mengusut kejadian tersebut melalui proses hukum.

Farhan marah atas insiden yang menimpa para pemain muda Akademi Persib. Terlebih, ia turut menginisiasi berdirinya sekolah sepak bola Persib sejak bergabung dengan klub tersebut pada 2013, yang kemudian berkembang menjadi Akademi Persib.

"Saya sangat prihatin dan mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum terhadap para siswa Akademi Persib," ujarnya, Senin (12/10/2026).

1. Farhan pastikan dugaan kekerasan diusut secara hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa

Farhan menegaskan, Pemerintah Kota Bandung akan memastikan dugaan tindak pidana dalam insiden tersebut diusut oleh kepolisian di Jawa Tengah bersama manajemen Persib.

Menurutnya, proses hukum perlu dilakukan untuk memastikan keadilan bagi para korban. Ia juga menyebut terdapat sejumlah orang yang mengalami luka dalam kejadian tersebut.

"Ada yang terluka akibat pecahan kaca dan ada pula yang terluka karena dugaan penganiayaan. Hal ini masih terus kami selidiki untuk memastikan kepolisian menegakkan keadilan bagi semua pihak," katanya.

Farhan juga menyampaikan bahwa seluruh rombongan Akademi Persib telah kembali ke Bandung dengan selamat. Hal itu berdasarkan klarifikasi yang disampaikan manajemen Persib.

"Persib sudah memberikan klarifikasi bahwa tidak ada personel, atlet, maupun anggota keluarga yang tertinggal di Rest Area KM 360. Semuanya sudah kembali ke Bandung dengan selamat," ujarnya.

2. Pemkot Bandung siapkan perlindungan khusus bagi pemain akademi

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa

Selain mendorong proses hukum, Farhan mengatakan bahwa Pemkot Bandung akan menyiapkan perlindungan khusus bagi para talenta sepak bola muda, terutama ketika mereka harus menjalani pertandingan tandang ke luar kota.

Ia menilai, mekanisme perjalanan tim profesional sudah tersedia. Namun, perlindungan bagi tim akademi masih perlu diperkuat agar keselamatan para pemain muda lebih terjamin.

"Kami akan berkoordinasi dengan Persib untuk mengetahui jadwal pertandingan tandang khusus tim akademi. Untuk tim profesional, mekanisme perjalanan sudah tersedia. Namun, untuk tim akademi, tampaknya belum ada mekanisme perlindungan yang memadai," katanya.

Karena itu, Pemkot Bandung akan menyusun mekanisme perlindungan bagi tim akademi saat melakukan perjalanan ke luar kota. Farhan juga berencana menemui para orang tua pemain untuk mendengarkan masukan sekaligus memastikan pemerintah menjalankan kewajibannya melindungi warga dari kekerasan, ancaman, dan intimidasi.

3. Siapkan pendampingan psikologis bagi korban

ilustrasi psikiater (pexels.com/cottonbro studio)

Farhan turut menyoroti kemungkinan dampak psikologis yang dialami para pemain muda setelah insiden tersebut. Menurutnya, kejadian kekerasan berpotensi menimbulkan trauma yang perlu mendapat perhatian.

Pemkot Bandung akan terlebih dahulu berbicara dengan para orang tua untuk mengetahui kondisi para korban dan menilai bentuk bantuan yang dibutuhkan.

"Kami akan melakukan asesmen mengenai bantuan yang dapat diberikan. Kami akan mengerahkan tim psikologi klinis sesuai kebutuhan," ujarnya.

Farhan berharap dampak psikologis yang dialami para pemain tidak terlalu besar. Meski demikian, ia meyakini kejadian tersebut tetap berpotensi meninggalkan dampak bagi para korban.

Karena itu, pendampingan akan disesuaikan dengan hasil asesmen dan kebutuhan masing-masing pemain, sekaligus memastikan mereka mendapatkan perlindungan setelah kembali ke Bandung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article