Pemkot Bandung Mulai WFH, Suasana Balai Kota Lengang. IDN Times/Debbie Sutrisno
Erwin juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak dilibatkan dalam sejumlah pembahasan strategis di lingkungan Pemkot Bandung. Hal tersebut, menurutnya, mencakup pembahasan anggaran, program pemerintah, hingga mutasi dan rotasi jabatan.
"Mulai dari pembahasan anggaran, anggaran perubahan, program Pemkot Bandung, sampai mutasi dan rotasi, saya tidak dilibatkan," katanya.
Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai anggaran, melainkan pentingnya keterlibatan wakil wali kota dalam menjalankan pemerintahan secara bersama-sama.
"Kalau bicara anggaran, ya itu bicara Wali Kota yang menentukan. Cuma seharusnya wakil juga diajak bicara. Kan harusnya seperti itu," ujarnya.
Erwin berharap situasi tersebut dapat diperbaiki karena masa kepemimpinan mereka masih menyisakan lebih dari tiga tahun.
"Bandung ini kompleks. Jadi, saya sangat berharap kita bisa bersama-sama membangun Kota Bandung, apa pun itu, baik terkait anggaran, program, rotasi dan mutasi, maupun hal lainnya. Kalau bisa, Wakil Wali Kota juga dilibatkan," katanya.
Terkait belum optimalnya komunikasi tersebut, Erwin tidak memberikan penilaian mengenai dampaknya terhadap jalannya pemerintahan. Ia mempersilakan pertanyaan mengenai hal itu ditujukan langsung kepada Farhan.
"Yang pasti, sekarang saya melaksanakan fungsi saya. Pertama, sebagai Wakil Wali Kota, menjalankan fungsi pengawasan. Kedua, apa pun masalah di Kota Bandung yang dilaporkan masyarakat kepada saya, saya pasti langsung turun untuk menyelesaikannya," tuturnya.