Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekspansi Kopi Ritel Kian Marak, Ja~di Masuk 500 Gerai
Ekspansi Kopi Ritel Kian Marak, Ja~di Masuk 500 Gerai (Dok. Ja~Di)
  • Ja~di memperluas jangkauan ke lebih dari 500 gerai Alfamidi dalam satu setengah tahun untuk menghadirkan kopi praktis yang mudah diakses konsumen.
  • Konsep kopi ritel Ja~di menyesuaikan gaya hidup masyarakat modern dengan menawarkan kopi arabika berkualitas, harga terjangkau, dan kemudahan pembelian di gerai retail.
  • Ja~di berinovasi lewat kolaborasi dengan Nestlé meluncurkan Creamy & Glowy Coffee Series guna menarik minat konsumen muda dan memperkuat posisi di pasar kopi ritel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Tren konsumsi kopi siap saji di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengutamakan kepraktisan turut mendorong perkembangan pasar kopi ritel modern.

Di tengah kondisi tersebut, brand kopi ritel Ja~di memperluas jangkauannya melalui jaringan gerai Alfamidi di berbagai wilayah Indonesia. Ekspansi ini dilakukan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap produk kopi yang mudah dijangkau dalam aktivitas sehari-hari.

Hingga saat ini, Ja~di tercatat telah hadir di lebih dari 500 gerai dalam waktu sekitar satu setengah tahun sejak mulai dikembangkan. Kehadirannya menjadi bagian dari strategi integrasi layanan kopi dengan kebutuhan belanja harian konsumen.

Berbeda dari konsep coffee shop konvensional, Ja~di mengusung layanan kopi praktis di dalam gerai retail modern. Konsumen dapat membeli minuman kopi bersamaan dengan kebutuhan rumah tangga tanpa perlu datang ke kedai kopi khusus.

1. Konsep kopi praktis dinilai sesuai kebiasaan konsumen

Alfamidi (instagram.com/alfamidi_ku)

General Manager Marketing PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi), Rini Hestrinalia, mengatakan perubahan perilaku konsumen menjadi alasan utama pengembangan konsep kopi ritel tersebut.

“Kami melihat kebiasaan menikmati kopi sudah menjadi bagian dari keseharian banyak pelanggan. Karena itu, melalui Ja~di, Alfamidi ingin menghadirkan pilihan kopi yang berkualitas, praktis, dan tetap terjangkau,” ujar Rini, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, konsumen kini semakin mencari pengalaman berbelanja yang efisien. Kehadiran layanan kopi di dalam gerai retail dinilai mampu melengkapi kebutuhan pelanggan yang ingin menikmati kopi tanpa harus mengunjungi coffee shop secara khusus.

Selain mengedepankan kemudahan akses, Ja~di juga menggunakan 100 persen biji kopi arabika untuk menjaga kualitas produk. Strategi promo rutin juga dilakukan untuk mempertahankan daya saing di tengah industri kopi yang semakin kompetitif.

2. Konsumen mulai pilih kopi yang mudah dijangkau

Ilustrasi biji kopi (pexels.com/@marek-kupiec)

Perkembangan kopi ritel modern dinilai turut mengubah pola konsumsi masyarakat, terutama bagi konsumen yang membutuhkan minuman praktis dengan harga terjangkau.

Salah satu pelanggan Ja~di, Dyo (34 tahun), mengaku mulai mencoba produk tersebut karena lokasinya mudah ditemukan saat berbelanja kebutuhan harian di Alfamidi dekat rumahnya.

“Awalnya coba karena sekalian belanja. Ternyata rasanya enak, harganya juga masih terjangkau, dan praktis. Jadi kalau butuh kopi cepat tidak perlu khusus pergi ke coffee shop,” kata Dyo.

Kemudahan akses menjadi salah satu faktor yang mendorong kopi ritel semakin diminati. Kehadiran gerai kopi di dalam jaringan retail modern dianggap mampu menjawab kebutuhan konsumen urban dengan mobilitas tinggi.

3. Inovasi menu jadi strategi perluas pasar

Ilustrasi biji kopi (freepik.com/jcomp)

Selain memperluas distribusi, Ja~di juga mulai aktif menghadirkan inovasi menu untuk mengikuti perkembangan tren pasar kopi. Salah satunya dilakukan melalui kolaborasi dengan Nestlé lewat peluncuran Creamy & Glowy Coffee Series.

Melalui kolaborasi tersebut, Ja~di menghadirkan dua menu seasonal, yakni Ice Collagen Latte dan Ice Dolce Latte yang tersedia terbatas di sejumlah gerai hingga 31 Mei 2026.

Inovasi menu ini menjadi bagian dari strategi untuk menjangkau preferensi konsumen yang semakin beragam, mulai dari penikmat kopi klasik hingga konsumen yang menyukai minuman creamy dengan sentuhan gaya hidup modern.

Dengan dukungan jaringan retail yang luas dan konsep yang dekat dengan kebiasaan konsumen, pasar kopi ritel di Indonesia dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar dalam beberapa tahun mendatang.

Editorial Team