Bandung, IDN Times - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun terakhir dinilai belum cukup menggambarkan kondisi riil masyarakat. Di balik angka makro yang tampak solid, distribusi hasil pembangunan justru dinilai makin timpang.
Temuan terbaru Center for Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan konsentrasi kekayaan di Indonesia makin mengerucut pada kelompok elite. Gambaran paling mencolok terlihat dari perbandingan 50 orang terkaya di Indonesia yang total kekayaannya setara dengan 55 juta penduduk.
Dalam periode yang sama, kekayaan kelompok superkaya terus melonjak, sementara kenaikan upah pekerja berjalan jauh lebih lambat. Situasi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak otomatis berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan mayoritas warga.
“Ketimpangan ekstrem yang kita lihat hari ini bukan terjadi karena ekonomi gagal tumbuh, tetapi karena hasil pertumbuhan dibiarkan terkonsentrasi pada segelintir kelompok,” ujar peneliti senior Transisi Bersih, Sisdjiatmo K. Widhaningrat, Senin (4/5/2026).
