Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi delivery (unsplash.com/Grab)
ilustrasi delivery (unsplash.com/Grab)

Intinya sih...

  • Perlindungan sosial untuk rasa aman mitra pengemudi

    • Grab bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan

  • Membantu ratusan ribu mitra pengemudi berprestasi

  • Memberi rasa aman bagi mitra pengemudi

  • Apresiasi mitra lewat bonus hari raya

    • Bonus Hari Raya (BHR) 2026 bagi mitra pengemudi berprestasi

  • Bentuk tali asih menjaga hubungan kemitraan yang sehat dan berimbang

  • Pentingnya keberlanjutan ekosistem transportasi daring

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times — Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia membuka peluang pendapatan baru bagi jutaan masyarakat, termasuk mitra pengemudi dan pelaku UMKM transportasi daring. Selama lebih dari satu dekade, ekosistem ini turut menggerakkan aktivitas ekonomi harian di berbagai daerah.

Di tengah perkembangan tersebut, perlindungan dan keberlanjutan mitra menjadi isu penting. Pemerintah pun terus mendorong ekonomi digital yang inklusif, sejalan dengan penguatan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal.

Mengawali 2026, Grab menegaskan komitmen dukungan senilai Rp100 miliar melalui inisiatif Grab untuk Indonesia. Program ini dirancang dalam tiga babak untuk mendampingi mitra pengemudi, mulai dari perlindungan sosial, apresiasi, hingga peluang pengembangan diri.

Peluncuran inisiatif tersebut digelar di Jakarta pada Selasa (13/1/2026) dan dihadiri perwakilan pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, manajemen Grab Indonesia, serta mitra pengemudi. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan kolaborasi pemerintah dan swasta dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital. 

1. Perlindungan sosial untuk rasa aman mitra pengemudi

Mitra pengemudi Grab (Dok. Grab)

Babak pertama dari komitmen tersebut berfokus pada perlindungan sosial. Grab bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memfasilitasi iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi ratusan ribu mitra pengemudi berprestasi tanpa mengubah fleksibilitas kemitraan.

Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian RI, Dida Gardera, menilai pendekatan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah.

“Konsep tiga babak yang diinisiasi oleh Grab ini bisa menjadi contoh yang baik, karena hal ini juga mendukung upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial pekerja informal,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Rabu (14/1/2025).

Perlindungan tersebut diharapkan memberi rasa aman bagi mitra pengemudi agar dapat berusaha dengan lebih tenang, sekaligus memperluas cakupan jaminan sosial di sektor ekonomi digital.

2. Apresiasi mitra lewat bonus hari raya

Ilustrasi uang THR Lebaran (Pexels.com/@ahsanjaya)

Babak kedua diwujudkan melalui Bonus Hari Raya (BHR) 2026 bagi mitra pengemudi berprestasi. Program ini menjadi bentuk apresiasi tambahan atas konsistensi layanan mitra dalam semangat kebersamaan menjelang Hari Raya.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah RI, Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya keberlanjutan ekosistem transportasi daring.

“Ojek online di seluruh Indonesia adalah salah satu penopang ekonomi negara kita hari ini. Keberadaan profesi ojol tidak lagi bisa dipandang sebagai profesi pinggiran,” katanya.

Ia menegaskan bahwa BHR merupakan bentuk tali asih yang tidak bersifat wajib, namun mencerminkan upaya menjaga hubungan kemitraan yang sehat dan berimbang antara aplikator dan mitra.

3. Peluang naik kelas melalui pengembangan kapasitas

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi. (Dok. Grab Indonesia)

Babak ketiga diarahkan pada pengembangan kapasitas mitra melalui Program Mitra Naik Kelas–GrabAcademy. Program ini membuka peluang jangka menengah dan panjang, dengan mendorong mitra mengembangkan keterampilan dan usaha di luar aktivitas mengemudi.

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan. “Seluruh langkah ini dimungkinkan dengan tetap menjaga keberlanjutan model kemitraan dan struktur bagi hasil yang telah berjalan,” ujarnya.

Melalui pendekatan tiga babak tersebut, Grab menegaskan upayanya membangun ekosistem yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi mitra pengemudi sekaligus memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia ke depan.

Editorial Team