Bandung, IDN Times — Eskalasi konflik geopolitik global, perang dagang, hingga ketidakpastian ekonomi internasional dinilai bukan sekadar isu luar negeri. Dampaknya merembet langsung pada stabilitas nasional dan kesejahteraan rakyat.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Tb. Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa situasi dunia yang penuh tekanan saat ini menuntut hadirnya pemimpin nasional dengan karakter negarawan, bukan sekadar pengambil keputusan jangka pendek.
“Pemimpin bangsa tidak boleh reaktif. Yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang berwawasan global, adaptif, dan konsisten berpihak pada kepentingan bangsa yang lebih besar,” ujar Ace Hasan di Jakarta, Rabu (28/1/2025).
Menurut Ace Hasan, agresivitas kebijakan luar negeri negara besar, konflik regional yang berlarut, hingga gejolak ekonomi global menjadi ujian serius bagi ketahanan nasional Indonesia. Dalam konteks itulah, kepemimpinan strategis menjadi faktor penentu.
