Ilustrasi Gunung Ciremai diyakini sebagai surga energi yang masih tertidur (commons.wikimedia.org/Sfw_2503)
Toni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengungkapan kasus pelanggaran di kawasan TNGC. Apresiasi tersebut ditujukan kepada tim patroli, aparat kewilayahan, serta masyarakat yang turut berperan aktif dalam mendukung upaya perlindungan kawasan konservasi.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang selama ini terbangun dengan baik. Kolaborasi antara Balai TNGC, TNI, aparat penegak hukum, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mendeteksi dan menindak aktivitas ilegal di dalam kawasan taman nasional.
"Balai TNGC berkomitmen untuk mengawal proses penegakan hukum hingga tuntas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Langkah tersebut penting untuk memberikan efek jera sekaligus memastikan setiap pelanggaran terhadap kawasan konservasi mendapat penanganan yang serius dan transparan," ujarnya.
Toni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian Taman Nasional Gunung Ciremai. Partisipasi masyarakat, mulai dari pelaporan dini hingga keterlibatan dalam kegiatan pengawasan, dinilai sangat penting dalam mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Menurutnya, Taman Nasional Gunung Ciremai memiliki fungsi ekologis strategis sebagai kawasan resapan air, habitat keanekaragaman hayati, serta penyangga kehidupan masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, upaya perlindungan kawasan harus menjadi tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang.