Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dua Pekan Jelang Lebaran Harga Daging Naik karena Permintaan Meningkat
Dua Pekan Jelang Lebaran Harga Daging Naik, Permintaan Meningkat. Istimewa
  • Menjelang Lebaran, harga daging sapi di Bandung naik hingga Rp160 ribu per kilogram akibat meningkatnya permintaan konsumen selama Ramadan.
  • Badan Pangan Nasional bersama kepolisian turun langsung ke Pasar Kosambi untuk memantau dan memastikan penyebab kenaikan harga serta ketersediaan stok tetap aman.
  • Harga bahan pokok lain masih stabil, sementara aparat berjanji menindak pedagang yang terbukti memainkan harga menjelang Idulfitri 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Harga daging sapi di bulan Ramadan menyentuh Rp160 ribu per kilogram. Kenaikan ini disebabkan permintaan konsumen yang tinggi, sehingga stoknya cukup terbatas. Aji, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Kota Bandung, mengatakan bahwa kenaikan harga sudah terjadi sejak akhir pekan kemarin.

"Sekarang di Rp150 ribu sampai Rp160 ribu per kilogramnya, soalnya banyak yang cari juga buat puasa ini kan," kata Aji ditemui di kiosnya, Selasa (3/3/2026).

Kenaikan harga daging sapi diprediksi bakal berlangsung hingga menjelang Idulfitri. Namun, dia memastikan stoknya berlimpah dan tidak ada kelangkaan.

"Biasanya nanti pas mau Lebaran ada kenaikan lagi. Jadi gak stabil. (Stok) Insya Allah banyak," ungkapnya.

1. Gejolak harga tetap dipantau

ilustrasi daging sapi untuk sup (unsplash.com/Satmar Meats)

Merespons kenaikan harga daging sapi, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama kepolisian dan instansi terkait pun melakukan pemantauan secara langsung di Pasar Kosambi.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, ia sengaja melakukan pengecekan secara langsung ke pasar tradisional. Pengecekan dilakukan bersama kepolisian dan instansi terkait untuk mencari penyebab kenaikan.

"Pagi ini sengaja datang ke Pasar Kosambi terkait pemberitaan harga daging sapi yang mencapai Rp160 ribu. Kami langsung bersama-sama tim dari Dinas Pangan Kota Bandung, Kementerian Perdagangan, polda maupun polres. Kami langsung mengkonfirmasi, jadi bisa langsung clear di sini," kata Gusti.

Berdasarkan penelusurannya, harga daging sapi hingga saat ini masih relatif stabil. Kenaikan harga yang dimaksud ialah bagian atau potongan dari daging sapi yang disediakan penjual.

"Harga yang dijual ibu Aji (pedagang), sebesar harga Rp140 ribu paha belakang, apabila tidak dibersihkan lemak-lemaknya. Jadi begitu ada request atau permintaan dari konsumen untuk dibersihkan, sehingga dagingnya daging murni, maka tentu harganya akan melebihi dari harga batas. Jadi sudah clear, paha belakang seharga Rp140 ribu, paha depan 130 ribu, tidak dibersihkan," kata dia.

2. Harga bahan pangan lain masih aman

bawang merah atau shallot (unsplash.com/MufidMajnun)

Selain itu, lanjut dia, harga untuk bahan pokok lainnya juga masih relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan secara signifikan. Meski begitu, Bapamas bersama instansi terkait akan teta melakukan pemantauan harga bahan pokok dalam rangka menjelang Lebaran 2026.

"Bawang putih bagus Rp38 ribu per kg, bawang merah antara Rp41 ribu per kg, cabai rawit masih bagus, beras medium Rp13.500, premium Rp14.900, ada yang sedikit di atas tapi relatif masih stabil. Kemudian, yang lain-lain daging ayam bagus harga Rp40.500 per kg masih relatif bagus, kemudian telur masih oke," ucap dia.

Dia mengatakan, Badan Pangan Nasional juga akan tetap memastikan stok atau ketersediaan bahan pokok di seluruh daerah dalam keadaan aman. Saat ini, ketersediaan bahan pokok di Pasar Kosambi masih cukup dan aman.

"Artinya semua posisi harga di Pasar Kosambi relatif stabil dan tentu yang tidak kalah penting adalah pasokannya sangat-sangat cukup," tuturnya.

3. Bakal tindak pedagang yang mainkan harga

Pedagang menimbang bawang merah pesanan pembeli di Pasar MAJT, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (7/1/2025). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan akan membantu melakukan pemantauan harga dan ketersediaan pangan. Tindakan akan dilakukan apabila terjadi kenaikan harga yang tidak wajar.

"Kami bersama pihak-pihak terkait, stakeholde terkait, kami selalu mengawasi, kami selalu mengecek ke lapangan, untuk mengecek masalah ketersediaan dan harga. Jika memang dirasa ada hal-hal yang perlu kami intervensi, kami akan bersama-sama turun ke lapangan," kata Anton.

Editorial Team