Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi sekolah berkualitas
ilustrasi sekolah berkualitas

Intinya sih...

  • DPRD Jabar meminta rencana Sekolah Maung dikaji lebih jauh

  • Program ini belum disampaikan ke dewan dan tidak ada di APBD 2026

  • Zaini Shofari menyarankan pemprov menguatkan sekolah yang sudah ada

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat meminta agar rencana Sekolah Maung (Manusia Unggul) oleh pemerintah provinsi Jabar dikaji lebih jauh. Program ini pun belum disampaikan ke dewan dan rencana anggarannya tidak ada di APBD 2026.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari mengatakan, ia baru mengetahui istilah Sekolah Maung dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, kata dia, pimpinan komisinya pun belum memperoleh penjelasan resmi terkait konsep sekolah tersebut.

"Ketua komisi pun, Pak Untung tidak tahu apa itu Sekolah Maung. Jadi kalau pernyataan Gubernur kemarin menyampaikan mau menyiapkan tentu kami dari Komisi 5 mengapresiasi," kata Zaini, Selasa (13/1/2026).

1. Anggap ini merupakan ide mendadak

Ilustrasi sekolah (pexels.com/RDNE Stock project)

Menurutnya, gagasan menghadirkan sekolah unggulan sejalan dengan visi dan misi menjadikan Jawa Barat Istimewa. Hanya saja, secara konsep, Sekolah Maung masih terasa asing bagi DPRD.

"Salah satu menuju Jabar Istimewa itu kan mungkin salah satunya adalah banyaknya sekolah unggulan. Akan tetapi yang terkait dengan sekolah baru yang disebut Sekolah Maung, kami diksinya pun baru tahu," ujarnya.

"Saya belum tahu apa itu juga masuk perencanaan atau lagi-lagi bagian dari ide mendadak gubernur yang sporadis, seperti biasa," ujarnya.

2. Informasi sementara tempatnya di Purwakarta

ilustrasi sekolah (pexels.com/Boris Hamer)

Kendati demikian, Zaini menyebut sudah ada informasi awal terkait lokasi Sekolah Maung yang tengah disiapkan oleh pemerintah provinsi yang mana sekolah khusus ini akan dimulai dari Kabupaten Purwakarta.

"Tapi yang saya ketahui tempatnya sudah disiapkan, proses hibahnya lagi diurus, kabarnya dari Purwakarta ke Jawa Barat. Itu yang saya ketahui tentang Sekolah Maung," katanya.

Zaini memastikan, hingga kini Sekolah Maung belum masuk dalam pembahasan anggaran DPRD Jawa Barat, termasuk di APBD 2026.

"Makanya kalau saya simak dari beberapa media idenya sudah terlahir, tahun ini harus dijalankan, 2027 terealisasi kata gubernur. Kata Sekda apa? Sekdanya menyampaikan, ini baru proyeksi, maksudnya baru perencanaan," ungkap dia.

3. Sarankan untuk memaksimalkan sekolah yang sudah ada

Ilustrasi sekolah (freepik.com/freepik)

Zaini menambahkan, pembentukan sekolah baru bukan satu-satunya jalan untuk mencetak manusia unggul di Jawa Barat. Dia mendorong alangkah baiknya pemprov menguatkan sekolah-sekolah yang sudah ada, khususnya SMK dan SMA yang masih memiliki lahan dan potensi pengembangan.

"Kalau saya punya gambaran mending perkuat sekolah yang sudah ada. Di beberapa tempat sekolah itu ada yang masih punya lahan satu sampai dua hektar sisanya. Artinya untuk memperkuat salah satu dari program studi yang misalnya diinginkan enam oleh gubernur itu bisa ada di situ," katanya.

Secara kelembagaan, Komisi V DPRD Jabar disebut lebih condong pada optimalisasi sekolah yang telah ada dibanding membangun institusi baru dari nol.

"Iya, jangankan bikin yang baru, yang baru itu kan targetnya lama, sekarang beli lahan, tahun depannya membangun gitu. Mending perkuat yang sudah ada. Alokasinya masukkan di situ," katanya.

Editorial Team