Ilustrasi pelajar (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)
Pemilihan nama Sekolah Maung ini sendiri kata dia bukan tanpa alasan, ada keinginan dari Pemprov Jabar untuk menjadikan pendidikan vokasi sebagai unggulan.
"Maka istilahnya Maung, manusia unggul. Orientasi sekarang itu pilihannya dari yang vokasi. Maka terkait dengan teknologi digital, terkait dengan manufaktur, terkait dengan pertanian, ada beberapa itu. Itu yang kemudian menjadi basis mempersiapkan unit sekolah baru dengan tema Maung," ucapnya.
Jumlah Sekolah Maung yang akan dibangun di Jabar kata Yomanius, cukup banyak. Hanya saja dirinya belum mengetahui secara rinci.
"Dari kebijakan APBD (2026) kemarin, ada 50 USB. Baik yang SMA, SMK dan SLB. Nah yang SMK, itu diorientasikan menjadi Sekolah Maung. Cuma saya belum lihat, berapa (jumlah) persisnya," kata Yomanius.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryaman mengatakan, gagasan tersebut secara mikronya masih dikolaborasikan di Dinas Pendidikan (Disdik).
"Intinya kami ingin menghasilkan anak-anak yang punya standar kompetensi lulusan sesuai kebutuhan hari ini ke depan. Baik di dunia industri, maupun pertanian dan sebagainya. Kebutuhan pasar lah," kata Herman.
Disdik Jabar, ujar dia, tengah menyiapkan rencana teknis terkait jumlah Sekolah Maung yang dibutuhkan dan jumlah siswa.
"Di mana saja dan sebagainya, nanti diinformasikan oleh Dinas Pendidikan," ucapnya.