Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20251230-WA0037.jpg
Gubernur Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Intinya sih...

  • Wakil Ketua DPRD Jabar, Iwan Suryawan, mengingatkan Pemprov Jabar soal persiapan SDM dan anggaran untuk membangun Sekolah Manusia Unggul (Maung) pada 2027.

  • Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, menjelaskan bahwa Sekolah Maung adalah SMK baru yang dibangun dalam penguatan muatan lokal untuk penguatan vokasi.

  • Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryaman menyatakan bahwa Disdik Jabar tengah menyiapkan rencana teknis terkait jumlah Sekolah Maung yang dibutuhkan dan jumlah siswa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan turut mengingatkan pemerintah provinsi soal rencana membangun Sekolah Manusia Unggul (Maung) pada 2027. Pemprov Jabar diminta mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga anggaran yang matang.

"Ketika mau buat Sekolah Manusia Unggul, berarti kan juga harus disiapkan SDM pengajar, lahan, fasilitas, kurikulumnya segala macam," kata Iwan, Kamis (15/1/2026).

1. Rencana harus dipersiapkan dengan matang

Ilustrasi pelajar SMA di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain itu, dia juga mendorong agar nilai karakter masuk dalam kurikulum Sekolah Maung agar generasi muda Jabar tidak hanya harus unggul di teknis, tetapi juga karakter.

Gagasan ini, kata dia, harus betul-betul direncanakan secara matang. Khususnya dari sisi anggaran, sehingga rencana Sekolah Maung untuk dimulai pada 2027 dapat terealisasi.

"Perlu diskusi, suatu terobosan yang baik kenapa enggak kita dukung. Karakter unggul yang dibangun di sana, artinya persiapan untuk pembiayaan harus jadi perhatian," katanya.

2. Model Sekolah Maung mirip seperti SMK

Ilustrasi Pelajar Yang Belajar Survey atau Mencari Informasi Tentang Aplikasi penghasil Uang

Sebelumnya, Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung menjelaskan, Sekolah Maung yang digagas Dedi Mulyadi direncanakan dibangun di 2027. Di mana sekolah tersebut merupakan SMK baru yang dibangun pada tahun ini, melalui program pembangunan Unit Sekolah Baru (USB).

Sekolah Maung kata dia, adalah istilah untuk SMK baru yang dirancang dalam penguatan muatan lokal. Sekolah ini dalam rangka penguatan vokasi di SMK baru yang akan dibangun tahun ini, dengan sejumlah keunggulan untuk menghadapi persaingan dunia kerja setelah siswa lulus sekolah.

"Nah, Sekolah Maung ini memanfaatkan program USB bidang vokasi. Jadi SMK-SMK yang saat belum ada judul (nama), Maung itu jadi judul di sekolah," kata Yomanius.

3. Sekolah Maung direncakan dibangun di banyak tempat

Ilustrasi pelajar (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Pemilihan nama Sekolah Maung ini sendiri kata dia bukan tanpa alasan, ada keinginan dari Pemprov Jabar untuk menjadikan pendidikan vokasi sebagai unggulan.

"Maka istilahnya Maung, manusia unggul. Orientasi sekarang itu pilihannya dari yang vokasi. Maka terkait dengan teknologi digital, terkait dengan manufaktur, terkait dengan pertanian, ada beberapa itu. Itu yang kemudian menjadi basis mempersiapkan unit sekolah baru dengan tema Maung," ucapnya.

Jumlah Sekolah Maung yang akan dibangun di Jabar kata Yomanius, cukup banyak. Hanya saja dirinya belum mengetahui secara rinci.

"Dari kebijakan APBD (2026) kemarin, ada 50 USB. Baik yang SMA, SMK dan SLB. Nah yang SMK, itu diorientasikan menjadi Sekolah Maung. Cuma saya belum lihat, berapa (jumlah) persisnya," kata Yomanius.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryaman mengatakan, gagasan tersebut secara mikronya masih dikolaborasikan di Dinas Pendidikan (Disdik).

"Intinya kami ingin menghasilkan anak-anak yang punya standar kompetensi lulusan sesuai kebutuhan hari ini ke depan. Baik di dunia industri, maupun pertanian dan sebagainya. Kebutuhan pasar lah," kata Herman.

Disdik Jabar, ujar dia, tengah menyiapkan rencana teknis terkait jumlah Sekolah Maung yang dibutuhkan dan jumlah siswa.

"Di mana saja dan sebagainya, nanti diinformasikan oleh Dinas Pendidikan," ucapnya.

Editorial Team