Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DKPP Bandung Pastikan Hewan Kurban Aman, Warga Diminta Waspada PMK
ilustrasi daging kurban (unsplash.com/Martin Hvězda)
  • DKPP Bandung melakukan pemeriksaan ketat hewan kurban melalui tahap antemortem dan post-mortem untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat selama Iduladha 1447 Hijriah.
  • Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit zoonosis seperti PMK dan antraks, sementara DKPP menandai hewan sehat dengan kalung barcode agar mudah dicek status kesehatannya.
  • DKPP mengajak panitia kurban mengurangi penggunaan plastik saat distribusi daging serta menata lokasi penjualan agar tertib, higienis, dan ramah lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan secara ketat. Pemeriksaan dilakukan mulai sebelum hingga sesudah penyembelihan untuk memastikan daging yang dibagikan aman dikonsumsi masyarakat.

Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, tim pengawas sudah mulai bekerja sejak dua minggu sebelum Iduladha dan akan terus bertugas hingga beberapa hari setelah hari raya. Pemeriksaan hewan kurban dilakukan melalui dua tahapan, yakni antemortem dan post-mortem.

Pemeriksaan antemortem dilakukan saat hewan masih hidup untuk memastikan kondisinya sehat sebelum dipotong. Sementara pemeriksaan post-mortem dilakukan lebih detail setelah penyembelihan berlangsung, termasuk memeriksa organ dalam hewan.

“Pemeriksaan post-mortem biasanya lebih detail dibanding antemortem. Kami memeriksa bagian kepala, daging, hingga organ dalam seperti paru-paru, limpa, dan jantung. Untuk bagian hewan yang terindikasi penyakit akan dipisahkan dan tidak disarankan untuk dikonsumsi,” kata Gin Gin, Kamis (22/5/2026).

1. Lalu lintas hewan bisa tingkatkan risiko penyakit

Si Mayor sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

DKPP juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia seperti antraks dan penyakit mulut dan kuku (PMK). Meski begitu, Gin Gin memastikan hingga saat ini Kota Bandung masih aman dari kasus penyakit menular tersebut.

“Kota Bandung memang masuk kategori waspada karena lalu lintas hewan tinggi, tetapi Alhamdulillah sejauh ini tidak ditemukan kasus zoonosis yang mengkhawatirkan,” ujarnya.

Sebagai penanda hewan sehat, DKPP memberikan kalung khusus yang dilengkapi barcode agar masyarakat bisa mengecek status kesehatan hewan kurban.

2. Anjurkan hewan diistirahatkan sebelum dipotong

ilustrasi sapi kurban (vecteezy.com/Surya Agung Rahmadi)

Selain memastikan kesehatan hewan, DKPP juga memberikan edukasi terkait perlakuan terhadap hewan kurban sebelum penyembelihan.

Gin Gin mengatakan hewan kurban sebaiknya diistirahatkan terlebih dahulu minimal 12 hingga 24 jam sebelum dipotong. Hewan juga dianjurkan tidak diberi makan beberapa jam sebelum penyembelihan.

“Minimal 12 sampai 24 jam sebelum dipotong, hewan sebaiknya diistirahatkan,” katanya.

Ia juga menjelaskan vaksinasi tidak dilakukan menjelang penyembelihan karena dapat memengaruhi kondisi hewan.

3. Distribusi daging kurban diminta kurangi penggunaan plastik

Daging sapi kurban yang akan diolah menjadi sop daging (pinterest.com)

DKPP Kota Bandung turut mengimbau panitia kurban untuk mengurangi penggunaan kantong plastik saat distribusi daging. Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek, daun, atau wadah yang dapat digunakan ulang.

“Kita harapkan pelaksanaan kurban berjalan tertib, higienis, aman, halal, dan tidak menimbulkan sampah berlebih,” ujar Gin Gin.

Selain itu, DKPP juga mengatur lokasi penjualan hewan kurban agar tidak mengganggu ketertiban umum. Dalam surat edaran yang diterbitkan, lokasi penjualan hewan kurban disarankan berada minimal 200 meter dari permukiman warga.

Editorial Team