Bandung, IDN Times - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan secara ketat. Pemeriksaan dilakukan mulai sebelum hingga sesudah penyembelihan untuk memastikan daging yang dibagikan aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, tim pengawas sudah mulai bekerja sejak dua minggu sebelum Iduladha dan akan terus bertugas hingga beberapa hari setelah hari raya. Pemeriksaan hewan kurban dilakukan melalui dua tahapan, yakni antemortem dan post-mortem.
Pemeriksaan antemortem dilakukan saat hewan masih hidup untuk memastikan kondisinya sehat sebelum dipotong. Sementara pemeriksaan post-mortem dilakukan lebih detail setelah penyembelihan berlangsung, termasuk memeriksa organ dalam hewan.
“Pemeriksaan post-mortem biasanya lebih detail dibanding antemortem. Kami memeriksa bagian kepala, daging, hingga organ dalam seperti paru-paru, limpa, dan jantung. Untuk bagian hewan yang terindikasi penyakit akan dipisahkan dan tidak disarankan untuk dikonsumsi,” kata Gin Gin, Kamis (22/5/2026).
