Bandung, IDN Times – Eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada layanan logistik internasional, termasuk pengiriman kargo haji milik jemaah Indonesia. Kondisi ini membuat PT Pos Indonesia (Persero) harus melakukan penyesuaian jalur distribusi akibat terganggunya rantai pasok global.
Ketegangan di jalur penerbangan dan pelayaran internasional menyebabkan sejumlah rute kargo mengalami perubahan. Dampaknya, arus distribusi barang dari berbagai negara di kawasan Teluk kini terkonsentrasi di Jeddah dan Riyadh, Arab Saudi.
Situasi tersebut memicu kepadatan fasilitas kargo dan operasional bandara di dua kota utama tersebut, terlebih bersamaan dengan puncak layanan penerbangan haji.
