Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dishub Jabar Siap Beri Dana Pemda untuk Bangun Palang Pintu Kereta
Perlintasan kereta api yang dijaga oleh relawan di Pahoman Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
  • Gubernur Jabar memerintahkan pemda segera bangun palang pintu dan pos jaga di perlintasan kereta tanpa infrastruktur, dengan dukungan dana bantuan dari Dishub Jabar.
  • Dishub Jabar merencanakan pembangunan flyover atau underpass di 16 titik prioritas jalur ganda serta mengganti rambu lalu lintas rusak demi tingkatkan keselamatan transportasi.
  • Tercatat 1.800 perlintasan KA di Jawa belum memiliki palang pintu dan 227 jalur di wilayah Daop 2 Bandung belum dijaga petugas bersertifikat, menandakan masih tingginya risiko kecelakaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan bupati/ wali kota untuk segera membangun palang pintu perlintasan kereta api dan menugaskan petugas jaga di perlintasan yang belum memiliki infrastruktur tersebut. Instruksi itu telah dituangkan dalam surat yang dikirim kepada bupati/ wali kota.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat Dhani Gumelar mengatakan, langkah tersebut merupakan respons terhadap kecelakaan yang melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Pada 2025, Dishub Jabar telah membangun palang pintu dan pos jaga serta menyediakan petugas jaga di perlintasan kereta api JPl 211 Kabupaten Garut yang merupakan ruas jalan provinsi. Kemudian, pada 2026, Dishub Jabar sedang melakukan kajian perencanaan (DED) untuk membangun palang pintu di JPL 46 dan 52 ruas jalan provinsi di Kota Sukabumi.

"Kami pun membuka opsi bantuan keuangan (bankeu) untuk pembangunan palang pintu kereta api pada ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota," kata Dhani melalui siaran pers, Jumat (1/5/2026).

Saat ini, usulan pembangunan palang pintu datang dari Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kota Banjar, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon.

1. Bisa juga bangun underpass atau flyover

Perlintasan kereta api yang dijaga oleh relawan di Pahoman Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Selain membangun palang pintu, upaya menjaga keselamat lalu lintas pada perlintasan kereta api di Jawa Barat juga ditempuh dengan pembangunan flyover atau underpass.

Dikatakan Dhani, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berencana membangun flyover atau underpass di 16 titik, yaitu di Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Cirebon. Selain itu, Kabupaten dan Kota Bogor, Indramayu serta Subang. Penentuan titik tersebut berdasarkan kajian Dishub Jabar dan usulan dari pemerintah kabupaten/ kota.

"Kami prioritastas pembangunan itu di perlintasan kereta api dengan jalur ganda (double track) dan volume lalu lintas tinggi, untuk usulan pembangunan tersebut telah disampaikan kepada Bappeda Provinsi Jawa Barat dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat," ujar Dhani.

Selain itu, Dishub Jawa Barat pada 2025 telah melakukan inventarisasi terhadap fasilitas rambu rambu lalu lintas di perlintasan kereta api ruas jalan provinsi. Kemudian, dari hasil inventarisasi tersebut, Dishub Jawa Barat akan memasang dan mengganti rambu-rambu lalu lintas yang rusak pada tahun 2026 ini.

2. Ada 1.800 perlintas KA tanpa palang pintu

Pos penjagaan di perlintasan kereta api Desa Plosokandang. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, masih ada 1.800 perlintasan kereta api (KA) di Jawa tanpa palang pintu. Hal itu disampaikan Prabowo usia menjenguk korban tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di RSUD Bekasi.

Kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam. Kecelakaan bermula saat KRL menabrak taksi yang melewati perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu.

Mulanya, Prabowo menyampaikan setuju usulan Pemkot Bekasi untuk membangun fly over di perlintasan kereta api.

"Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan lintasan kereta api banyak yang tidak dijaga. Kita sudah akan atasi pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya,dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak dan saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden," ujar Prabowo, Selasa (28/4/2026).

Prabowo mengatakan, ada 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa yang tidak dijaga palang pintu. Oleh karenanya, Prabowo ingin masalah tersebut segera diselesaikan.

3. Terdapat 227 JPL di Jabar tanpa penjagaan

DJKA dan Daop 4 Semarang mengamati jalur perlintasan kereta api yang ada di Jerakah Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sebanyak 227 Jalur Perlintasan Langsung (JPL) wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung belum dijaga oleh petugas. Hal tersebut dipastikan masih menunggu peresmian dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Adapun total Jalur Perlintasan Langsung di wilayah Daop 2 Bandung dari Kabupaten Karawang hingga Kota Banjar ada sebanyak 115. Sementara yang sudah dijaga resmi ada sebanyak dari 342 jalur.

Manajer Humasda Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan, jalur perlintasan yang resmi memiliki standar palang pintu sesuai peraturan dan adanya petugas bersertifikat. Selain itu, perlintasan tersebut juga harus sudah dilengkapi rambu-rambu dari Dinas Perhubungan.

"Dari 342 perlintasan sebidang ini baru 115 yang terjaga secara resmi. Dari 115, kami tahu berarti baru sepertiga lah dari keseluruhan yang ada di wilayah DAOP 2 Bandung ini yang memang telah dijaga oleh petugas bersertifikat," kata Kuswardojo di Stasiun Bandung, Kamis (30/4/2026).

Editorial Team