Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Disdik Jabar: Nama 41 SMA & SMK Favorit Tak Diganti Jadi Sekolah Maung
SMAN 3 Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

  • Dinas Pendidikan Jawa Barat menegaskan 41 SMA dan SMK favorit tidak akan berganti nama menjadi Sekolah Maung, karena program tersebut hanya bersifat label penyelenggara.
  • Program Sekolah Maung diterapkan di 28 SMA dan 13 SMK di seluruh Jabar dengan fokus pada transformasi sistem pendidikan, termasuk rekrutmen siswa, kurikulum, dan tata kelola sekolah.
  • Pergantian nama sekolah berada di kewenangan Kemendikdasmen, sementara Gubernur Dedi Mulyadi menekankan Sekolah Maung akan menggabungkan prestasi akademik dan non-akademik seperti olahraga serta industri kreatif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sebelumnya

Purwanto menjelaskan total ada 28 SMA dan 13 SMK yang ditetapkan sebagai Sekolah Maung di 27 kabupaten dan kota, termasuk dua SMA di Kota Bandung.

Sabtu (16/5/2026)

Kepala Disdik Jabar Purwanto menegaskan bahwa nama 41 SMA dan SMK favorit tidak akan diganti menjadi Sekolah Maung karena program tersebut hanya bersifat penyelenggaraan. Ia juga menjelaskan fokus transformasi pada rekrutmen siswa, kurikulum, pembiayaan, serta tata kelola pendidikan.

kini

Disdik Jabar memastikan nama sekolah tetap sama, sementara program Sekolah Maung dijalankan dengan kurikulum berbeda sesuai arahan Gubernur Dedi Mulyadi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memastikan tidak akan mengganti nama 41 SMA dan SMK Negeri favorit menjadi Sekolah Maung, melainkan hanya menjalankan program pendidikan bernama Sekolah Maung di sekolah-sekolah tersebut.
  • Who?
    Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menjelaskan kebijakan terkait pelaksanaan program Sekolah Maung di sejumlah SMA dan SMK negeri terpilih.
  • Where?
    Program ini diterapkan di 41 sekolah yang tersebar di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, termasuk dua sekolah di Kota Bandung yaitu SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 5 Bandung.
  • When?
    Pernyataan resmi disampaikan pada Sabtu, 16 Mei 2026, sementara pelaksanaan program Sekolah Maung direncanakan berlangsung setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Why?
    Kebijakan ini bertujuan mentransformasi sistem pendidikan melalui perubahan aspek rekrutmen siswa, kurikulum, pembiayaan, tata kelola pendidik serta sarana prasarana tanpa mengubah identitas nama sekolah.
  • How?
    Sekolah tetap menggunakan nama aslinya namun diberi keterangan sebagai penyelenggara Program Sekolah Maung. Implementasinya menunggu izin Kemendikdasmen dan akan menambah seleksi non-akademik bagi calon siswa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak sekolah di Jawa Barat yang katanya mau diganti jadi Sekolah Maung, tapi Pak Purwanto bilang namanya tidak diganti. Sekolahnya tetap pakai nama lama, cuma nanti ada pelajaran baru dan cara belajar beda. Sekolah Maung itu cuma program dari Pak Gubernur Dedi supaya anak-anak bisa pintar dan juga jago olahraga atau seni.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kebijakan Disdik Jabar yang mempertahankan nama 41 SMA dan SMK favorit sambil menerapkan program Sekolah Maung menunjukkan keseimbangan antara penghormatan terhadap identitas sekolah dan dorongan inovasi pendidikan. Dengan fokus pada transformasi kurikulum, rekrutmen, serta pengembangan prestasi akademik dan non-akademik, langkah ini membuka ruang pembelajaran yang lebih beragam tanpa menghapus warisan sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Rencana pergantian nama terhadap 41 SMA dan SMK negeri favorit menjadi sekolah Manusia Unggul (Maung) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut menyita perhatian publik. Namu, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat memastikan tidak akan mengubah nama sekolah-sekolah tersebut, karena Sekolah Maung hanya program.

Kepala Disdik Provinsi Jawa Barat, Purwanto mengatakan, 41 sekolah yang sudah dipilih untuk menjadi Sekolah Maung ini namanya akan tetap sama. Hanya saja, nantinya ada kurikulum berbeda yang diberikan kepada para murid.

"Sekolah Maung itu kan program. Jadi itu namanya nanti tetap, SMA 5 Bandung itu tetap, SMA 3 Bandung. Kemudian SMA 1 Purwakarta, SMA 1 Garut misalnya, itu tetap namanya tetap seperti itu," ujar Purwanto, Sabtu (16/5/2026).

"Tapi nanti itu mereka akan dikasih nama bahwa mereka adalah sekolah penyelenggara Sekolah Maung," ucapnya.

1. Sekolah Maung hanya program

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sekolah Maung, kata Purwanto, tidak akan disematkan dalam nama sekolah yang sudah terpilih tersebut. Contohnya SMAN 3 Bandung, tidak akan berganti menjadi SMAN 3 Maung Bandung. Artinya, semua sekolah namanya tetap sama tidak ada penambahan dan pergantian.

"Itu tetap saja mamanya SMA Negeri 3 Bandung. Itu hanya program penyelenggara. Jadi itu bisa pakai tulisan keterangan saja di sekolahnya bahwa ini adalah sekolah penyelenggara Sekolah Maung gitu. Jadi tidak diubah menjadi SMAN 3 Maung Bandung gitu," jelas dia.

Disinggung mengenai banyaknya penolakan jika nama 41 SMA dan SMK penyelenggara Sekolah Maung diubah, menurut Purwanto, Disdik Jabar hanya mentransformasi sistem pendidikan yang ada di dalamnya.

"Substansi transformasinya kan yang diubah, pertama pada aspek rekrutmen siswa, transformasinya menyangkut itu. Yang kedua kurikulum, yang ketiga nanti masalah pembiayaan, masalah tata kelola pendidik dan tenaga kependidikan dan sarana," tuturnya.

2. Purwanto sebelumnya mengatakan anak mengganti nama sekolah

Kepala Disdik Jabar, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Diberitakan sebelumnya, Purwanto menjelaskan total ada sebanyak 28 sekolah Maung untuk SMA dan 13 jenjang SMK tersebar di 27 kabupaten dan kota. Khusus untuk Kota Bandung, ada sebanyak dua SMA yang akan dijadikan sebagai Sekolah Maung.

"Untuk SMA satu kabupaten kota satu, kecuali Bandung ada dua, SMA 3 dan 5 pengecualian, kemudian untuk SMK satu cabang dinas itu satu," ucapnya.

Selain itu, Disdik Jabar pun berencana mengubah nama SMA dan SMK tersebut menjadi Sekolah Maung. Namun, prosesnya harus melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Iya (namanya menjadi Sekolah Maung) nanti kami akan usulkan ke kementerian. Kami kalau diizinkan oleh kementerian akan melakukan itu," kata Purwanto.

3. Meski begitu aturan pergantian nama sekolah ada di pemerintah pusat

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Purwanto memastikan, persoalan pergantian nama nantinya ada di Kemendikdasmen. Disdik Provinsi Jabar hanya sebatas mengusulkan, apalagi ini merupakan program yang baru dikeluarkan oleh Gubernur Dedi Mulyadi.

"Itu tergantung kementerian, karena ini kan sifatnya program, ini kan program sekolah mau begitu nanti apakah dalam bentuk program seperti ini bisa merubah nama atau tidak," tuturnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan, Sekolah Maung ini akan berbeda dengan sekolah biasa, meskipun nantinya tetap mengikuti SPMB untuk proses masuknya, namun tetap ada seleksi non-akademiknya. Seperti, prestasi di bidang olahraga dan juga lainnya.

"Dua hal, prestasi akademik dan prestasi non-akademik, jadi di Sekolah Maung nanti bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi di bidang olahraga, di bidang seni, industri kreatif tetap sekolah di situ," ucapnya.

"Nanti kelasnya jadi kelas industri kreatif fokusnya kelasnya kelas olahraga, kelasnya kelas seni," kata Dedi.

Editorial Team