Kepala Disdik Jabar, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Disdik Jabar juga memastikan daya tampung sekolah tingkat SMA dan SMK di Jawa Barat sebenarnya mencukupi untuk menampung seluruh lulusan SMP sederajat tahun ini.
"Sesungguhnya daya tampung kita itu cukup karena mencapai 109,93 persen. Jadi daya tampung untuk SMA SMK negeri dan swasta di Jawa barat ini sesungguhnya cukup," kata Purwanto.
Menurut data Disdik Jabar, jumlah lulusan SMP dan MTs tahun ini mencapai 826.996 siswa. Sementara total daya tampung SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah baik negeri maupun swasta mencapai 909.183 kursi.
"Maka 826.996 lulusan SMP sesungguhnya kalau mau melanjutkan itu insyaallah tertampung baik di negeri maupun di swasta," ujarnya.
Total daya tampung sekolah negeri di Jawa Barat mencapai 363.067 siswa. Jumlah itu terdiri dari 195.344 kursi SMA Negeri, 124.217 kursi SMK Negeri, 21.000 kursi Sekolah Maung, dan 21.888 kursi Madrasah Aliyah Negeri. Sementara sekolah swasta justru memiliki kapasitas yang lebih besar dengan total 546.116 kursi.
"Kemudian perlu juga saya sampaikan bahwa jumlah daya tampung kita itu ada 909.183, negerinya ada 363.067 terdiri dari 195.344 orang untuk SMA negeri, SMK negerinya 124.217 orang," katanya.
"Kemudian SMA Negeri dan smk Sekolah Maung itu ada 21.000 daya tampungnya, madrasah aliyah ada 21.888 dan swasta ini daya tampungnya lebih besar dari sekolah negeri sebesar 546.116 terdiri dari SMA swasta, SMK, swasta dan madrasah aliyah swasta," lanjutnya.
Purwanto menyebut, komposisi daya tampung sekolah negeri di Jawa Barat saat ini hanya sekitar 43 persen. Karena itu, sekolah swasta akan dilibatkan penuh dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Dia memastikan Pemprov Jabar juga akan membantu siswa dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di swasta.
"Kita juga membuat sekolah swasta kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta dan menjamin semua anak-anak miskin di Provinsi Jawa Barat akan ditanggung oleh pemerintah yang bersekolah di negeri maupun di swasta," kata Purwanto.