Bandung, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat membantah tudingan program Sekolah Manusia Unggul (Maung) membuat adanya gap pendidikan di tingkat SMA dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini justru diklaim memberikan keadilan bagi peserta yang memiliki prestasi non-akademik bagus peserta didik dengan ekonomi menengah ke bawah.
Sekolah Maung sendiri nantinya mulai menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 41 SMA dan SMK sudah dipilih untuk menjadi penyelenggara program tersebut. Sekolah-sekolah yang dipilih ini pun dulunya dicap sebagai SMA dan SMK favorit di 27 kabupaten dan kota, Jawa Barat.
