Demo Massa Lanjut di Braga, Nyalakan Petasan dan Bakar Waterbarrier

- Massa demonstran bergeser dari Tugu Simpang Lima ke simpang Jalan Braga, Bandung, pada Selasa 20 Oktober 2026, sehingga ruas jalan ditutup sementara bagi kendaraan.
- Aksi di dekat Bank BJB diwarnai orasi, musik keras, petasan yang sempat memicu kepanikan wisatawan, serta pembakaran dua waterbarrier; hingga 17.20 WIB massa belum bubar.
- Demonstran menuntut penghentian perampasan tanah, kerusakan lingkungan, PHK, korupsi, dan pemborosan anggaran MBG-KDMP, serta penurunan harga kebutuhan pokok.
Bandung, IDN Times - Massa yang sempat menggelar demo di Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026), bergeser ke simpang Jalan Braga.
Dari pantauan IDN Times, mereka berkumpul tepat di tengah persimpangan jalan dekat Bank BJB. Akibatnya, Jalan Braga ditutup sementara waktu dan tak dapat dilintasi oleh kendaraan.
Di sana massa bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando dan memutar musik tradisional dengan volume keras. Beberapa kali, ledakan petasan pun sempat terdengar. Hal itu sempat membuat wisatawan yang melintas berlarian panik.
Namun, ledakan petasan hanya berlangsung sesaat. Orator lalu meminta massa agar tetap tenang dan tak terprovokasi. Tak hanya itu, mereka juga membakar dia buah waterbarrier. Hingga pukul 17.20 WIB, terpantau demo masih terus berlangsung. Belum ada tanda massa akan membubarkan diri.
"Di sini, Jalan Braga adalah titik keramaian. Kita lanjutkan di sini. Tetap berkumpul. Aksi kita masih panjang," teriak orator.
Dalam aksinya terdapat sejumlah tuntutan yang disampaikan dalam demo tersebut di antaranya mereka menuntut agar tak ada lagi perampasan tanah yang berkedok ketahanan pangan dan transisi energi yang merusak lingkungan.
Selain itu, mereka juga meminta agar badai PHK segera dihentikan dan harga kebutuhan pokok diturunkan. Lalu, mereka juga meminta agar tak ada lagi korupsi serta pemborosan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).




















