Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi petir
ilustrasi petir (pexels.com/Johannes Plenio)

Intinya sih...

  • BMKG mencatat 8.642.348 kejadian petir di Jawa Barat selama 2025, dengan puncak aktivitas pada bulan Mei.

  • Dari jumlah tersebut, sebanyak 791.863 kejadian petir biasa dan 444.230 kejadian petir Cloud To Ground Negatif CG (-).

  • Kabupaten Sumedang menjadi daerah yang paling banyak disambar petir, sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga darurat bencana untuk 27 kabupaten dan kota.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mencatat ada jutaan kali petir menyambar wilayah Jawa Barat selama 2025. Kabupaten Sumedang paling banyak disambar petir dibandingkan dengan daerah lainnya.

"BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat 8.642.348 kejadian petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama periode Tahun 2025," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu alias Ayyu melalui keterangan resmi, Kamis (1/1/2026).

1. Bulan Mei paling banyak kejadian petir

ilustrasi petir (pexels.com/Pixabay)

Ayyu mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun oleh BMKG Stasiun Geofisika Bandung, petir paling banyak ditemukan pada bulan Mei. Sementara, bulan lainnya tetap ada namun meski tak setinggi Mei 2025.

"Aktivitas sambaran petir sepanjang periode tersebut menunjukkan pada bulan Mei 2025 merupakan aktivitas tertinggi sebanyak 1.236.093 kejadian," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 791.863 kejadian petir biasa dan petir Cloud To Ground Negatif CG (-) 444.230 kejadian. "Sementara itu jumlah kejadian terendah terjadi pada Juli 2025 sebanyak 156.470 kejadian petir," tuturnya.

2. Sumedang jadi wilayah paling banyak disambar petir dibandingkan daerah lain

ilustrasi petir (pexels.com/Frank Cone)

Berdasarkan data kejadian petir yang diperoleh BMKG Stasiun Geofisika Bandung, sambaran petir tertinggi terjadi di Kabupaten Sumedang sebanyak 1.800.024 kejadian, da. Kabupaten Majalengka sebanyak 759.578 kejadian.

"Terdata juga di Kabupaten Cianjur sebanyak 754.398 kejadian," ucap Ayyu.

Dengan banyaknya kejadian petir pada 2025, Ayyu mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati di tahun 2026 ini dan tetap mengikuti informasi pasti dari BMKG.

"BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujarnya.

3. Jabar siaga bencana sampai April 2026

ilustrasi petir (pexels.com/Johannes Plenio)

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status kedaruratan bencana untuk 27 kabupaten dan kota. Para kepala daerah diminta mulai melakukan siaga kebencanaan baik longos, banjir dan potensi lainnya yang berpotensi terjadi akhir tahun ini.

Status siaga ini dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melalui Kepgub nomor 360/Kep.626-BPBD/2025. Surat ini sudah diedarkan kepada seluruh kabupaten dan kota di Jabar, dan mulai berlaku dari 15 September 2025-30 April 2026.

"Menetapkan, status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, serta tanah longsor di daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2025/2026 yang selanjutnya disebut status siaga darurat," kata Dedi dalam Kepgub tersebut, dikutip Senin (27/10/2025).

Dedi juga meminta agar kepala daerah segera mempersiapkan semuanya termasuk anggaran untuk kebencanaan, jika nantinya terdapat masyarakat yang terdampak bencana dalam beberapa bulan mendatang.

"Pembiayaan yang diperlukan untuk penanganan status siaga darurat bencana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat; dan/atau sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," katanya.

Editorial Team