Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dedi Mulyadi Tunggangi Kuda Putih Kawal Mahkota Binokasih di Bandung
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menunggangi kuda putih saat Kirab Budaya Tatar Sunda di Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda digelar meriah di Bandung, menempuh rute dari Kiara Artha Park hingga Gedung Sate dan dihadiri ribuan warga dari berbagai daerah.
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunggangi kuda putih mengawal Mahkota Binokasih asli dalam kirab yang juga diikuti para pejabat daerah serta tokoh budaya.
  • Ratusan petugas gabungan dan personel DLH Kota Bandung dikerahkan menjaga keamanan serta kebersihan selama acara berlangsung untuk memastikan jalannya kirab tetap tertib dan bersih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
3 Mei 2026

Kirab Milangkala Tatar Sunda dimulai dari Kabupaten Sumedang sebagai bagian awal rangkaian kegiatan budaya.

Jumat hingga Senin

DLH Kota Bandung menyiagakan 345 personel untuk menjaga kebersihan selama rangkaian kirab berlangsung di jalur Kiara Artha Park hingga Gedung Sate.

Sabtu (16/5/2026)

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda digelar dari Taman Kiara Artha Park menuju Gedung Sate. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunggangi kuda putih mengawal Mahkota Binokasih. Ribuan warga menyaksikan acara ini.

Minggu (17/5/2026)

Puncak acara Milangkala Tatar Sunda digelar malam hari dengan pertunjukan Peuting Munggaran di Parkir Barat Gedung Sate, menutup rangkaian kegiatan budaya tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda digelar dengan arak-arakan Mahkota Binokasih dari Taman Kiara Artha Park menuju Gedung Sate, menampilkan berbagai kesenian dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunggangi kuda putih mengawal Mahkota Binokasih, didampingi Raja Karaton Sumedang Larang Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria serta sejumlah kepala daerah dan seniman.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Kota Bandung, dimulai dari Taman Kiara Artha Park dan berakhir di Gedung Sate, dengan jalur kirab melalui Jalan Banten hingga Jalan Diponegoro.
  • When?
    Kirab dilaksanakan pada Sabtu malam, 16 Mei 2026 pukul 19.30 hingga 22.00 WIB, sebagai bagian dari rangkaian Milangkala Tatar Sunda yang dimulai sejak 3 Mei 2026.
  • Why?
    Kegiatan ini digelar untuk merayakan Milangkala Tatar Sunda sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Barat serta menegaskan keaslian Mahkota Binokasih sebagai warisan sejarah Sunda.
  • How?
    Ribuan warga menyaksikan langsung kirab sepanjang 3,5 kilometer. Sekitar 600 petugas gabungan dikerahkan menjaga keamanan dan kebersihan dibantu ratusan personel DLH dengan armada pendukung di sepanjang jalur acara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang datang ke Bandung buat lihat acara budaya besar. Pak Gubernur Dedi Mulyadi naik kuda putih sambil jaga mahkota penting namanya Mahkota Binokasih sampai ke Gedung Sate. Ada raja dan banyak pejabat juga ikut jalan. Orang-orang nonton senang sekali, ada musik dan tarian dari banyak daerah. Petugas jaga agar aman dan bersih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Bandung menampilkan semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Jawa Barat. Antusiasme warga yang datang dari berbagai daerah, dukungan penuh pemerintah daerah, serta kesiapan petugas menjaga ketertiban dan kebersihan menunjukkan bagaimana tradisi dapat dirayakan dengan tertib, aman, dan penuh penghargaan terhadap nilai-nilai lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Ribuan warga dari berbagai daerah tumpah ruah menyaksikan langsung Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar dari titik awal Taman Kiara Artha Park, berakhir di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026). Masyarakat turut berantusias menyaksikan langsung sejumlah tampilan kebudayaan asal Jawa Barat.

Dalam gelaran ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut mengikuti rangkaian acara dengan menunggangi kuda putih untuk mengawal Mahkota Binokasih sampai di Gedung Sate. Dia tak lupa menyapa warga Kota Bandung sepanjang kirab berlangsung, 3,5 kilometer dari titik awal hingga Gedung Sate.

Selain itu, terlihat juga Raja Karaton Sumedang Larang, Paduka Yang Mulia Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria; bersama beberapa kepala daerah seperti Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan; Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir; Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian; serta beberapa pejabat daerah lainnya.

1. Penonton tumpah ruah di Gedung Sate

(Humas/Pemprov Jabar)

Salah seorang warga asal Kabupaten Bandung Barat, Yanti Kurniasari (41 tahun) mengatakan dirinya sengaja datang ke Kota Bandung untuk bisa menyaksikan langsung gelaran budaya ini. Dia datang bersama keluarga dan menunggu kedatangan kirab di Gedung Sate.

"Sengaja datang ke sini (Gedung Sate), sekalian liburan ikut nonton kirab. Pengen ketemu gubernur (Dedi Mulyadi)," kata Yanti, saat ditemui.

Kirab Milangkala Tatar Sunda ini merupakan rangkaian yang digelar sejak digelar sejak 3 Mei 2026 dari Kabupaten Sumedang dan berakhir di Kota Bandung. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar yang sekaligus Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda Dedi Supandi mengatakan, kirab mulai pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB.

Seniman dari 27 kabupaten dan kota di Jabar akan menampilkan berbagai kesenian yang dijamin menarik untuk ditonton.

"Bukan hanya itu, beberapa perwakilan dari luar Jabar juga akan hadir, seperti dari Aceh, DKI Jakarta, Surakarta, Jogjakarta, Ponorogo, hingga Tegal dan Brebes," ujar Dedi.

2. Mahkota Binokasih yang dibawa kirab asli bukan replika

(Humas/Pemprov Jabar)

Selain kesenian, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake juga diarak dalam rangkaian kirab. Dedi memastikan, Mahkota Binokasih yang diarak selama kirab adalah mahkota asli, buka replika.

"Itu asli, bukan replika. Meskipun di Sumedang ada replikanya, tetapi yang ini 100 persen asli. Dan inilah sebenarnya yang ingin kita sampaikan bahwa Sunda atau Jawa Barat memiliki budaya yang cukup kaya sejak zaman dulu," ungkapnya.

Puncak acara Milangkala Tatar Sunda berlanjut pada Minggu (17/5/2026) malam dengan menampilkan panggung Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda di Parkir Barat Gedung Sate. Dedi mengatakan, pada Milangkala Tatar Sunda tahun selanjutnya, acara akan digelar di daerah yang belum disinggahi pada tahun ini.

3. Petugas kebersihan disiagakan untuk mengangkut sampah setelah acara

Petugas kebersihan dari DLH Pemkot Bandung. Dok Diskominfo Bandung

Sebelumnya, 600 petugas gabungan yang terdiri dari polisi, Dishub Jabar dan Dishub Kota Bandung diterjunkan untuk menjaga kelancaran kegiatan. Satpol PP juga diturunkan untuk mengatur ketertiban penonton kirab.

Sementara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiagakan 345 orang personel untuk menjaga kebersihan selama rangkaian kirab. Petugas akan berjaga di beberapa titik yaitu dari Kiara Artha Park, Jalan Banten menuju Gedung Sate, Jalan Diponegoro.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto mengatakan, ratusan personel tersebut disiagakan sejak Jumat hingga Senin guna mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat selama agenda budaya berlangsung.

"Jadi sudah menjadi kelaziman bahwa setiap hari Sabtu dan Minggu, DLH selalu berjaga untuk mengantisipasi semua acara yang ada di Bandung, termasuk kegiatan sekarang ini," ujar Darto di Balai Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026).

Selain personel, DLH juga menyiapkan sejumlah armada pendukung berupa satu truk, dua kendaraan pikap, satu mobil penyemprot, serta satu unit road sweeper. Adapun jumlah personel dan armada tersebut dapat ditambah menyesuaikan kondisi di lapangan.

Menurut Darto, fokus pengamanan kebersihan berada di sepanjang jalur Kirab Mahkota Binokasih yang menjadi bagian utama dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda.

"Fokusnya terutama mengawal jalur Mahkota Binokasih," katanya.

Darto menyebut, penggunaan kereta kencana dan elemen budaya yang bersifat permanen membuat potensi sampah besar relatif lebih kecil. Namun demikian, lonjakan jumlah pengunjung tetap menjadi perhatian utama.

"Tetapi karena diperkirakan jumlah pengunjung membludak, tentu tetap akan menimbulkan sampah juga. Namun tidak separah acara-acara sebelumnya yang menghasilkan banyak sampah besar," ujarnya.

Editorial Team