Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260217_162900.jpg
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat datangi peresmian Taman Padurenan, Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Intinya sih...

  • Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akan menjemput langsung 13 warga Jabar korban TPPO di NTT.

  • Ketua Tim Hukum Jawa Barat Istimewa, Jutek Bongso mengawal kasus ini dan menduga ada warga Jabar lainnya yang menjadi korban.

  • Gubernur Dedi Mulyadi memberikan perhatian penuh dalam kasus TPPO di NTT dan mendorong proses hukum terhadap pelaku perdagangan orang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM akan menjemput langsung warga Jabar yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Para korban nantinya akan langsung dipulangkan ke tempat asal masing-masing.

Ketua Tim Hukum Jawa Barat Istimewa, Jutek Bongso mengatakan, pihaknya tuturt mengawal langsung kasus ini setelah sebelumnya viral di media sosial dan langsung mendapatkan perhatian dari Gubernur Dedi Mulyadi.

"Kami sampaikan, ada 13 warga Jabar yang jadi korban dalam kasus ini. Kami ditugaskan dan berkoordinasi hingga membentuk tim untuk penyelesaiannya," ujar Jutek, Rabu (18/2/2026).

1. Menduga ada korban lain di luar 13 orang tersebut

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dalam proses penyelesaian kasus ini, Jutek menduga ada beberapa warga Jabar lainnya yang turut menjadi korban TPPO di daerah tersebut, namun hal itu saat ini masih dilakukan penelusuran lebih mendalam.

"Kami menduga ada warga Jabar lain dan kami berharap dalam waktu dekat para korban bisa langsung dipulangkan ke daerah masing-masing," jelasnya.

Lebih lanjut, Jutek menyampaikan, Gubernur Dedi Mulyadi memberikan atensi penuh dalam kasus TPPO di NTT ini, bahkan para korban nantinya akan langsung dijemput oleh gubernur bersama pihak-pihak terkait lainnya.

"Dedi Mulyadi akan jemput langsung ke NTT kami sudah berkoordinasi dengan lintas dinas dan teman Polda Jabar Mabes Polri dan juga Polda NTT dan Polres Sikka," ucapnya.

2. Dedi Mulyadi dipastikan menjemput langsung korban

Gubernur Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kabar Dedi Mulyadi akan menjemput langsung para korban juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti. Namun, untuk waktu penjemputan masih belum diketahui secara pasti.

"Pak Gubernur mau jemput, ini menyangkut hak Korban dan kepentingan terbaik untuk anak. Penanganan saat ini berjalan lancar proses hukum juga berjalan dengan baik," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mengatakan, pemerintah provinsi sudah berkomunikasi dengan Suster Ika yang membantu proses penyelamatan para korban di Sikka.

"Ada 13 perempuan asal Jawa Barat dan satu orang asal Jakarta yang hari ini diselamatkan. Mereka dalam keadaan baik," ujar Dedi dikutip Selasa (17/2/2026).

3. Dedi Mulyadi minta aktor dibalik kasus ini diproses secara hukum

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Para korban, kata Dedi terjebak oleh bujuk pelaku, yang sebelumnya menjanjikan pekerjaan dengan gaji yang cukup besar. Proses pemulangan seluruh korban dipastikan sedang disiapkan.

Selain pemulangan, Pemprov Jabar mendorong agar proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik perdagangan orang tersebut diadili sesuai aturan yang berlaku.

Dedi menegaskan, pihak yang diduga terlibat harus segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Menurutnya, hal ini penting dilakukan agar tidak ada lagi korban lainnya.

"Kasus hukumnya agar terus berproses tanpa hambatan apa pun. Sehingga para pihak yang diduga terlibat dalam tindakan perdagangan orang itu bisa dinaikkan statusnya menjadi tersangka dan segera dilakukan penahanan," tegas Dedi.

Editorial Team