Bandung, IDN Times - Kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi untuk menyatukan akses Gedung Sate dan Gasibu mendapat banyak kritikan termasuk dari pegiat heritage. Dua fasilitas berbeda ini nantinya bisa terhubung dengan menghilangkan sebagian Jalan Dipenogoro yang selama ini dapat dilalui masyarakat.
Dedi pun menyebut bahwa jalan itu tidak akan dihilangkan, hanya digeser saja. Jika ada sebutan bahwa jalan ini adalah sebuah heritage dan tidak bisa diubah, dia meminta ada kejelasan lebih dulu dari para pegiat tersebut.
"Yang disebut dengan penyatuan itu kan bukan. Gini penyatuan itu bukan tamannya bersatu. Bukan yang disebut penyatuan itu adalah antara Gasibu dengan halaman Gedung Sate menjadi satu-kesatuan karena tidak lagi dilewati oleh kendaraan umum," kata Dedi ditemui di kantor Bank Indonesia, Senin (27/4/2026).
