Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260127-WA0016.jpg
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Intinya sih...

  • Pemerintah Jawa Barat akan menghutankan area terdampak longsor di Cisarua, Bandung Barat

  • Proses evakuasi korban yang hilang masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan

  • Setelah relokasi, area tersebut akan ditanami tanaman hutan sebagai antisipasi terjadinya peristiwa serupa

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan menghutankan area terdampak longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di bawah kaki Gunung Burangrang. Pemerintah memastikan tidak boleh ada pemukiman lagi di area tersebut.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, proses evakuasi korban yang hilang tertimbun longsor saat ini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Pemerintah Provinsi Jabar pun sudah memberikan uang kompensasi terhadap para korban.

"Cisarua sudah jelas konsepnya kan yang meninggal kita akan santuni Rp25 juta terhadap ahli warisnya. Rumah-rumahnya akan kami relokasi, biaya untuk hidup dua bulan sudah kami berikan. Kemudian yang meninggal, yang terkubur terus dievakuasi ya, hari ini dicari," ujar Dedi di Gedung Pakuan, Selasa (27/1/2026).

1. Rumah warga terdampak dibangun sesuai konsep ramah lingkungan

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Setelah semuanya dilakukan relokasi, Dedi menyampaikan, area terdampak longsor ini akan ditanami tanaman hutan yang sesuai dan bisa menahan longsor. Menurut dia, langkah ini diambil sebagai antisipasi terjadinya peristiwa serupa.

"Kemudian setelah itu kita akan segera relokasi dan wilayah itu akan saya hutankan dan konsep untuk bangun rumahnya sesuai dengan lingkungan, tanahnya insya Allah kami penuhi," ujarnya.

Dedi pun mengingatkan agar wilayah lainnya di luar Cisarua yang memiliki potensi longsor harus memperhatikan kondisi bentang alam di sekitar termasuk potensi gerakan tanah.

"Yang berikutnya adalah mencegah enggak boleh terjadi lagi di tempat lain. Di kita ini kan kebiasaan warga kita ini kalau di kasih peringatan dini itu enggak nurut. Kasus yang di (Kabupaten) Bandung saja kan yang Desa Arjasari. Arjasari kan sudah ada belah tapi kan bandel," katanya.

2. Mitigasi kebencanaan harus dilakukan dengan serius

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selama ini, Dedi menilai, masyarakat banyak yang beli sadar akan pentingnya mitigasi kebencanaan itu sendiri. Sementara, hal itu harusnya dilakukan secara matang sebelum terjadi bencana agar tidak berdampak serius.

"Nah, bangsa kita kebiasaan ribut setelah kejadian, tidak pernah ribut sebelum kejadian. Lebih baik menurut saya ribut sebelum kejadian daripada ribut setelah kejadian," ucapnya.

3. Wilayah KBU juga akan dijadikan hutan

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Pola serupa harus diterapkan juga di wilayah Kawasan Bandung Utara (KBU) yang menjadi sabuk hijau wilayah Bandung Raya. Dia memastikan, area tersebut harus hijau, masyarakat sekitar pun harus mengerti prinsip mitigasi.

"(Wilayah KBU) Sama kita harus hutankan enggak ada jalan lain," kata dia.

Editorial Team