Karawang, IDN Times — Siang itu, Nurjaya (49) pulang dengan langkah lebih ringan. Di tangannya bukan sekadar selembar bukti bantuan, melainkan harapan agar anaknya bisa kembali bersekolah tanpa rasa khawatir.
Warga Gempol Girang, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang itu kembali menerima Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan pendidikan yang sudah dua kali menjadi penopang keluarganya.
Bagi Nurjaya, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas dan tukang serabutan, biaya sekolah kerap menjadi beban paling berat. Namun, PIP memberi ruang bernapas di tengah penghasilan yang tak menentu.
