Sukabumi, IDN Times - Program pemenuhan gizi di Kabupaten Sukabumi kini menghadapi tantangan serius pada aspek pengelolaan limbah. Di tengah masifnya operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi sorotan penting demi menjaga lingkungan tetap aman.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, mengungkapkan bahwa mayoritas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih belum dilengkapi sistem pengolahan limbah yang memadai. Artinya, sekitar 60 persen lainnya masih dalam proses pemenuhan fasilitas tersebut.
"Dari total 356 SPPG, baru sekitar 90 SPPG atau 40 persen yang sudah memiliki IPAL sesuai standar," kata Sandi di Caringin, Kabupaten Sukabumi, Rabu (6/5/2026).
Kondisi ini menunjukkan bahwa percepatan pembangunan IPAL menjadi pekerjaan rumah besar di tengah berjalannya program MBG di berbagai wilayah.
