Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260108-WA0044.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Intinya sih...

  • Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menangani 10 pasien superflu atau Virus Influenza tipe A H3N2 yang ditemukan berdasarkan hasil surveillance sejak tahun 2025.

  • Kasus influenza meningkat pada pertengahan tahun 2025, dengan 10 pasien positif superflu, termasuk dua bayi dan anak-anak serta satu orang meninggal dunia karena komorbid.

  • Dua pasien memiliki gejala berat dan harus mendapat perawatan di ruang intensif, sementara yang lain biasa. Semua sampel hasil swab tes dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan di Jakarta untuk pemeriksaan genetik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung membenarkan ada sepuluh pasien Kasus superflu atau Virus Influenza tipe A H3N2 yang ditangani. Kasus itu ditemukan berdasarkan hasil surveillance yang dilakukan sejak tahun 2025.

RSHS total menemukan 47 pasien Influenza pada periode 28 September sampai 21 November 2025, dan ditemukan sepuluh pasien positif superflu.

Ketua Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (Pinere) RSUP Hasan Sadikin Bandung dr Yovita Hartantri turut menerangkan lebih rinci mengenai awal penemuan pasien tersebut. Dia mengatakan, sejak selesai pandemik COVID-19 tepatnya 2023, Kementerian Kesehatan melakukan surveillance terhadap pasien influenza.

"Jadi kami dari Rumah Sakit Hasan Sadikin sejak dari Juli atau Agustus tahun 2023, kami melakukan surveillance secara insiden semua pasien yang datang ke rumah sakit Hasan Sadikin sejak dari unit gawat darurat. Kami lakukan screening menanyakan gejala," ujar Yovita, Kamis (8/1/2026).

1. Influenza A sempat meningkat di Jabar

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Yovita menerangkan, setiap pasien yang datang ke RSHS dengan memiliki gejala seperti batuk, demam, pilek, nyeri menelan, sesak napas, maka akan langsung dilakukan tindakan swab test. Apalagi, pada tahun 2025, dikatakan dia, kasus influenza cukup banyak.

"Tidak hanya pada saat pandemi tapi setelah itu kami tetap mengerjakan sehingga kami mempunyai data bahwa kasusnya memang di tahun 2025 ini angka kejadian dari influenza khususnya influenza A itu meningkat dari mulai bulan Agustus itu sudah ada peningkatan," ujarnya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, kasus influenza mengalami peningkatan pada pertengahan tahun 2025, namun sempat mengalami penurunan jelang akhir tahun.

"Jadi terutama di awal tahun 2025 itu meningkat dan meningkat tajam di Agustus, September, Oktober puncaknya, tapi November sudah menurun begitu," katanya.

2. RSHS baru dapat informasi Januari 2025

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Lebih lanjut, Yovita menerangkan, semua sampel hasil swab test influenza para pasien itu kemudian dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan di Jakarta untuk pemeriksaan genetik atau sekuensing.

Berdasarkan hasil tes tersebut, barulah diketahui bawa memang ada sebanyak sepuluh orang pasien positif superflu. "Dan itulah kami baru dapat data di Januari ini gitu ya. Di suratnya tanggal 2 Januari ya, itu ada sepuluh kasus yang dinyatakan sebagai influenza H3N2 sub K ya atau C241," kata dia.

3. Ada usia anak yang positif superflu

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Adapun sepuluh pasien yang sempat ditangani ini, Yovita mengatakan, dua di antaranya adalah bayi dan anak-anak, serta satu orang meninggal dunia dikarenakan memiliki komorbid atau penyakit bawaan.

"Kasusnya bervariasi, dari sepuluh (pasien), ada dua yang kecil, satu (usia) sembilan bulan dan sebelas tahun," ungkapnya.

Kemudian, riwayat pasien Super Flu yang pernah ditangani RSHS Bandung adalah dua pasien memiliki gejala berat dan harus mendapat perawatan di ruang intensif.

"Secara garis besar yang saya lihat dari sepuluh kasus ada dua yang dirawat di (ruangan) intensif, dugaannya berat, yang lain biasa. Arti berat di sini ialah membutuhkan bantuan oksigen, sehingga membutuhkan ruang perawatan khusus. (Pasien) datang dengan sesak napas dan batu," ungkapnya.

Editorial Team