Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dampak Gempa M 4.1 di Sukabumi: 17 Rumah Rusak-52 Jiwa Terdampak
ilustrasi gempa bumi (freepik.com/user189
  • Gempa magnitudo 4,1 mengguncang Kecamatan Kabandungan, Sukabumi, Kamis sore, merusak 17 rumah dan berdampak pada 17 KK atau 52 jiwa.
  • Kerusakan meliputi retak dinding serta kerusakan ringan di dapur dan kamar rumah warga di Kampung Cipanas dan Desa Tugu Bandung.
  • BPBD memastikan tidak ada korban jiwa atau pengungsian; tim gabungan melakukan asesmen, sementara material bangunan diprioritaskan untuk perbaikan rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa 4,1 mengguncang Kabandungan di Sukabumi pada Kamis sore. Ada 17 rumah rusak, seperti dinding retak dan dapur sedikit rusak. Sebanyak 52 orang terdampak. Tidak ada orang meninggal atau mengungsi. Petugas sedang memeriksa keadaan. Sekarang warga butuh bahan bangunan untuk memperbaiki rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kerusakan yang terjadi, kondisi di Kabandungan menunjukkan respons penanganan yang cepat dan terkoordinasi. Tidak adanya korban jiwa maupun pengungsian, serta warga yang tetap dapat bertahan di rumah setelah situasi dinyatakan relatif aman, mencerminkan kondisi lapangan yang kondusif. Kehadiran tim gabungan juga mempercepat pendataan dan penetapan kebutuhan perbaikan rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times – Bencana gempa bumi melanda wilayah Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (15/10/2026) sore pukul 17.58 WIB. Guncangan gempa bermagnitudo 4,1 tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga di beberapa kampung mengalami kerusakan.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan bersama tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan dampak kerusakan. Hingga Jumat (16/10/2026) tercatat ada 17 rumah warga yang terdampak kerusakan dan 52 jiwa terdampak.

1. Belasan rumah warga terdampak guncangan gempa

ilustrasi gempa bumi (pexels.com/Doruk Aksel Anıl)

Berdasarkan data sementara dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, guncangan gempa bumi ini berdampak pada 17 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 52 jiwa di wilayah Kampung Cipanas, Desa Tugu Bandung, serta Desa Kabandungan.

Kerusakan umumnya terjadi pada bangunan rumah permanen, mulai dari retak-retak pada dinding hingga kerusakan ringan di bagian dapur dan kamar tidur.

"Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 ini mengakibatkan beberapa rumah permanen milik warga mengalami keretakan pada bagian dinding, serta kerusakan ringan di area dapur dan kamar. Data sementara mencatat ada 17 rumah yang terdampak di Kampung Cipanas, RT 17, RT 18, dan RT 19 RW 07 Desa Tugu Bandung," ujar Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna saat dikonfirmasi IDN Times, Jumat (16/10/2026).

2. Tidak ada korban jiwa maupun pengungsian

ilustrasi gempa (unsplash.com/Anastasia R.)

Meskipun belasan rumah warga mengalami kerusakan ringan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian gempa bumi ini. Sebagian besar warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing setelah kondisi dinyatakan relatif aman.

Kerugian materiel akibat bencana ini juga masih dalam tahap penghitungan oleh tim ahli di lapangan.

"Hasil pemantauan dan asesmen di lapangan menunjukkan korban mengungsi nihil. Warga masih bertahan dan situasi kondusif. Mengenai taksiran kerugian materiil hingga saat ini masih dalam proses kajian tim," kata Daeng.

3. Tim gabungan dikerahkan, material bangunan jadi kebutuhan mendesak

ilustrasi gempa bumi (pexels.com/Faruk Tokluoğlu)

Untuk menangani dampak pascabencana, petugas gabungan dari P2BK Kabandungan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, hingga anggota Tagana telah bersiaga dan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa Tugu Bandung.

Selain memberikan imbauan kewaspadaan kepada warga setempat, BPBD mencatat kebutuhan material bangunan menjadi prioritas mendesak saat ini guna memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak.

"Petugas P2BK dan unsur Muspika sudah berada di lokasi untuk memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Saat ini, kebutuhan mendesak di lapangan adalah bahan material bangunan untuk perbaikan rumah warga yang terdampak," tutur Daeng.

Curated For You

Editorial Team

Related Article