Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuma 179 Wisman, Mimpi Bandara Kertajati Jadi Gerbang Turis Masih Jauh
Bandara Kertajati resmi dioperasikan secara penuh pada Minggu (29/10/2023) (dok. BKIP Kemenhub)
  • Jumlah wisatawan mancanegara yang datang melalui Bandara Kertajati pada Januari 2026 hanya 179 kunjungan, turun tajam 54,68% dibanding Desember 2025 dan 24,15% dibanding tahun sebelumnya.
  • Wisman asal Singapura mendominasi dengan porsi 55,87%, menunjukkan ketergantungan tinggi Jawa Barat pada satu pasar utama sehingga perlu strategi diversifikasi untuk menjaga stabilitas kunjungan.
  • Penurunan arus wisman berdampak langsung ke sektor ekonomi pariwisata daerah, terutama perhotelan, transportasi, serta usaha kuliner yang bergantung pada kedatangan turis asing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk langsung ke Jawa Barat melalui Bandara Internasional Kertajati, Kabupaten Majalengka menunjukkan pelemahan pada awal 2026. Data terbaru mencatat jumlah wisman yang tiba pada Januari 2026 hanya 179 kunjungan, merosot tajam dibandingkan Desember 2025 mencapai 395 kunjungan.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, penurunan tersebut setara kontraksi 54,68% secara bulanan atau month to month (mtm). Penurunan juga terjadi secara tahunan atau year on year (yoy). Dibandingkan Januari 2025 yang mencatat 236 kunjungan, jumlah wisman pada Januari tahun ini turun 24,15%.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyebut tren penurunan tersebut menjadi catatan penting bagi sektor pariwisata daerah. Menurutnya, dinamika kunjungan wisatawan asing sangat dipengaruhi oleh keberadaan rute internasional yang tersedia serta intensitas penerbangan yang dilayani maskapai.

“Jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Kertajati pada Januari 2026 tercatat 179 kunjungan. Angka ini turun 54,68% dibandingkan Desember 2025 dan turun 24,15% dibandingkan Januari tahun lalu,” ujar Margaretha, Senin (9/3/2026).

1. Tren penurunan awal tahun

Inin Nastain IDN Times/ Petugas bandara Kertajati

Margaretha mengatakan, pelemahan jumlah kunjungan wisatawan asing pada awal tahun menjadi sinyal pemulihan sektor pariwisata Jawa Barat masih menghadapi tantangan. Penurunan yang cukup dalam secara bulanan menunjukkan adanya perlambatan mobilitas wisatawan internasional menuju wilayah tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, pergerakan wisman yang masuk langsung melalui Bandara Kertajati memang cenderung fluktuatif.

Faktor ketersediaan rute penerbangan internasional, jadwal penerbangan, hingga dinamika permintaan perjalanan menjadi variabel utama yang memengaruhi angka kunjungan.

"Kondisi ini membuat arus wisatawan asing ke Jawa Barat belum sepenuhnya stabil, meskipun sektor perjalanan global sudah pulih pascapandemi. Pada awal 2026, jumlah kedatangan yang relatif kecil menunjukkan pasar wisata internasional masih belum berkembang signifikan di bandara tersebut," tuturnya.

2. Dominasi wisman dari Singapura

Suasana Bandara Kertajati (IDN Times/Umi Kalsum)

Dari sisi asal negara, wisatawan berkewarganegaraan Singapura menjadi kelompok yang paling banyak datang ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati pada Januari 2026. Porsinya mencapai 55,87% dari total kunjungan wisman yang tercatat pada periode tersebut.

Dominasi ini memperlihatkan bahwa pasar wisata internasional Jawa Barat masih sangat bergantung pada satu negara tertentu. Ketika jumlah perjalanan dari negara tersebut menurun, dampaknya langsung tercermin pada total angka kunjungan secara keseluruhan.

Menurut Margaretha, struktur pasar yang terlalu terkonsentrasi pada satu negara berpotensi menimbulkan kerentanan bagi sektor pariwisata. Karena itu, perlu adanya strategi diversifikasi pasar wisatawan untuk menjaga kestabilan jumlah kunjungan.

Upaya memperluas pasar wisata asing dinilai penting agar pertumbuhan pariwisata tidak hanya bertumpu pada satu sumber wisatawan. Dengan komposisi pasar yang lebih beragam, fluktuasi kunjungan diharapkan bisa lebih terkendali.

"Sejak penutupan penerbangan komersial internasional di Bandara Husein Sastranegara pada akhir 2023, Bandara Internasional Kertajati menjadi satu-satunya pintu masuk utama wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Jawa Barat melalui jalur udara," ujarnya.

Operasional penerbangan internasional di Kertajati sendiri mulai kembali dibuka pada Mei 2023, setelah pemerintah mencabut status pandemi COVID-19 pada Juni tahun yang sama. Sejak saat itu, bandara tersebut diharapkan menjadi penggerak baru konektivitas internasional bagi wilayah Jawa Barat.

Dengan posisi tersebut, perkembangan jumlah wisman yang datang melalui Kertajati menjadi indikator penting dalam melihat daya tarik pariwisata daerah sekaligus efektivitas konektivitas udara internasional yang tersedia.

3. Dampak ke ekonomi pariwisata

Suasana Bandara Kertajati (IDN Times/Umi Kalsum)

Margaretha menyebutkan, pergerakan wisatawan asing tidak hanya berkaitan dengan sektor perjalanan, tetapi juga memiliki implikasi terhadap aktivitas ekonomi daerah. Kunjungan wisman berkontribusi pada berbagai sektor pendukung seperti perhotelan, transportasi, hingga usaha kuliner dan jasa wisata.

Ketika jumlah kunjungan menurun, dampaknya berpotensi dirasakan oleh pelaku usaha di berbagai destinasi wisata di Jawa Barat. Terutama bagi sektor penyediaan akomodasi serta usaha makan dan minum yang selama ini banyak bergantung pada wisatawan.

Ia menambahkan, indikator kunjungan wisatawan mancanegara menjadi salah satu parameter penting dalam memantau aktivitas ekonomi regional.

“Perkembangan jumlah wisman merupakan salah satu indikator pergerakan ekonomi, khususnya pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum,” ujarnya.

Ia menegaskan, data kunjungan wisatawan akan terus dipantau sebagai bagian dari evaluasi perkembangan sektor pariwisata di Jawa Barat, terutama dalam upaya memperkuat daya saing destinasi dan meningkatkan konektivitas penerbangan internasional di masa mendatang.

Editorial Team