Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi, Sepuluh Rumah Rusak Akibat Pergeseran Tanah
Ilustrasi pergerakan tanah. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
  • Hujan deras berhari-hari di Kabupaten Sukabumi memicu pergeseran tanah di Bantargadung yang merusak sepuluh rumah warga dan membuat sepuluh kepala keluarga terdampak.
  • Angin kencang di Nagrak dan Waluran menyebabkan pohon tumbang serta atap rumah warga beterbangan, namun seluruh kejadian dilaporkan tanpa korban jiwa.
  • BPBD Sukabumi terus memantau kondisi cuaca, menyiagakan personel dan peralatan darurat, serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi sejak beberapa hari terakhir memicu serangkaian bencana di sejumlah wilayah. Pergeseran tanah di Kecamatan Bantargadung menyebabkan sepuluh rumah warga mengalami kerusakan, sementara angin kencang juga dilaporkan merusak rumah di Nagrak dan Waluran.

Laporan tersebut disampaikan Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, dalam data harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), Rabu (25/2/2026) pukul 20.30 WIB.

1. Pergeseran tanah rusak sepuluh rumah di Bantargadung

Ilustrasi pergerakan tanah. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Peristiwa pergeseran tanah terjadi di Kampung Cijambe RT 005 RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung.

"Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang turun terus-menerus menyebabkan retakan pada dinding dan lantai rumah warga. Berdasarkan pendataan BPBD, sebanyak sepuluh kepala keluarga terdampak dengan kategori rusak ringan," kata Daeng.

Petugas melakukan pemantauan sejak Senin hingga Rabu. Dilaporkan, kondisi retakan pada bangunan terus bertambah luas sehingga warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan kembali turun.

2. Pohon tumbang timpa rumah warga di Nagrak

Ilustrasi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem (IDN Times/Riyanto.)

Angin kencang yang terjadi pada Selasa (24/2/2026) menyebabkan pohon tumbang di Kampung Cibuluh RT 02 RW 01, Desa Cihanyawar, Kecamatan Nagrak.

"Pohon tersebut menimpa rumah warga dan mengakibatkan kerusakan sedang pada bagian atap," ujarnya. Petugas langsung melakukan evakuasi material pohon. Penanganan berjalan lancar tanpa korban jiwa.

3. Atap rumah di Waluran beterbangan diterjang angin

Ilustrasi angin kencang (IDN Times/Sukma Sakti)

Cuaca ekstrem juga melanda Kampung Sukasirna RT 002 RW 01, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

"Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan lima lembar asbes atap rumah warga terbang tertiup angin. Tidak ada korban dalam kejadian ini, namun kerusakan terjadi pada bagian atap bangunan," ujarnya.

4. BPBD lakukan pemantauan dan siagakan personel

(Dok. BPBD Sukabumi)

Dalam laporan yang sama, kondisi cuaca di Kabupaten Sukabumi pada Rabu malam terpantau berawan dengan suhu 23 derajat Celsius, kelembaban 89 persen, arah angin dari utara dengan kecepatan 1 km per jam.

BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan melalui grup koordinasi P2BK se-kabupaten, media sosial, serta frekuensi radio. Pengamatan titik rawan bencana juga dilakukan melalui aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare BNPB.

Regu 1 Pusdalops yang bertugas terdiri dari koordinator, petugas data dan informasi, serta tim Unit Reaksi Cepat (URC). Sejumlah peralatan seperti kendaraan roda empat, chainsaw, dan pompa air turut disiagakan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah rawan longsor dan terdampak angin kencang," tutupnya.

Editorial Team