Bandung, IDN Times – Cuaca ekstrem yang melanda Jawa Barat pada Senin (30/3/2026) menyebabkan kerusakan di sejumlah daerah. Berdasarkan data BPBD Jabar, beberapa wilayah yang terdampak antara lain Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, Bekasi, hingga Kabupaten Bandung. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari rumah warga hingga fasilitas umum.
Cuaca Ekstrem Terjang Jabar, Ini Tiga Wilayah Paling Terdampak

1. Cimahi hingga Bandung Barat alami kerusakan rumah dan fasilitas umum
Di Kota Cimahi, cuaca ekstrem menyebabkan satu rumah rusak dan berdampak pada satu keluarga. Kejadian tersebut terjadi di Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara.
Sementara di Kabupaten Bandung Barat, cuaca ekstrem menerjang Kecamatan Parongpong dan Cisarua. Tiga desa terdampak yakni Desa Cihanjuangrahayu, Karyawangi, dan Padaasih.
Di Desa Cihanjuangrahayu, satu fasilitas umum terdampak dan satu rumah mengalami kerusakan ringan. Sedangkan di Desa Karyawangi dan Padaasih masing-masing dua rumah mengalami kerusakan ringan. Peristiwa ini juga berdampak pada satu kepala keluarga dengan tiga jiwa di wilayah tersebut.
2. Purwakarta dan Bekasi juga kena dampak, rumah hingga fasum rusak
Cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Purwakarta, tepatnya di Desa Ciparungsari dan Cipinang, Kecamatan Cibatu. Hujan deras menyebabkan empat rumah terdampak di Ciparungsari.
Sementara di Desa Cipinang, satu fasilitas umum dan satu rumah dilaporkan terdampak. Secara keseluruhan, kejadian ini berdampak pada lima kepala keluarga dengan total lima jiwa.
Pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, peristiwa serupa terjadi di Kabupaten Bekasi. Tepatnya di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, satu fasilitas umum terdampak akibat pohon tumbang.
3. Puting beliung di Kabupaten Bandung, puluhan warga terdampak
Dampak paling besar terjadi di Kabupaten Bandung. Angin puting beliung menerjang Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet sekitar pukul 15.00 WIB. Bencana ini menghantam beberapa wilayah di RW 03, RW 05, RW 09, dan RW 11. Tercatat sebanyak 22 kepala keluarga atau 82 jiwa terdampak, termasuk dua lansia dan delapan anak-anak.
Kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan, yakni 15 rumah rusak sedang dan satu rumah rusak berat. Selain itu, sejumlah fasilitas umum juga terdampak seperti Poskesdes, papan reklame, SD Cibodas, hingga TPST.
“Tidak ada korban meninggal dunia, korban luka, maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut,” kata dia.
Saat ini, penanganan dilakukan bersama oleh pemerintah desa, warga, serta berbagai unsur seperti TNI, Polri, Tagana, Satpol PP, hingga BPBD Kabupaten Bandung.
BPBD Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Warga juga diminta segera melapor jika terjadi bencana agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat.