Bandung, IDN Times - Akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan utama bagi pelaku usaha ultra mikro di Indonesia. Namun di balik persoalan modal, ada kebutuhan lain yang tak kalah penting, yakni pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha.
Banyak pelaku usaha rumahan sebenarnya memiliki produk yang potensial dan semangat untuk berkembang. Sayangnya, keterbatasan pengetahuan bisnis, pemasaran, hingga minimnya rasa percaya diri membuat usaha mereka sulit naik kelas.
Situasi tersebut mendorong lahirnya berbagai program pemberdayaan yang tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga penguatan kemampuan pelaku usaha. Salah satunya dilakukan melalui program Mekaarpreneur yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Program ini menghadirkan proses inkubasi usaha bagi nasabah ultra mikro melalui pelatihan, mentoring, hingga pengembangan jejaring bisnis agar para pelaku usaha dapat berkembang lebih terarah.
