Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita Pengusaha Ultra Mikro yang Tumbuh Lewat Pendampingan Usaha
ilustrasi berwirausaha (pexels.com/RODNAE Productions)
  • Program Mekaarpreneur dari PNM hadir untuk bantu pelaku usaha ultra mikro lewat pelatihan, mentoring, dan pengembangan jejaring agar bisnis mereka tumbuh lebih terarah.
  • Pelaku usaha ultra mikro tak hanya terkendala modal, tapi juga literasi bisnis rendah dan akses pasar terbatas; pendampingan membantu tingkatkan kepercayaan diri serta kemampuan manajemen usaha.
  • Pendekatan pemberdayaan seperti Mekaarpreneur dinilai efektif membuka peluang baru karena memberi bekal keterampilan, keberanian, dan jaringan yang memperkuat kapasitas bisnis peserta secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan utama bagi pelaku usaha ultra mikro di Indonesia. Namun di balik persoalan modal, ada kebutuhan lain yang tak kalah penting, yakni pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha.

Banyak pelaku usaha rumahan sebenarnya memiliki produk yang potensial dan semangat untuk berkembang. Sayangnya, keterbatasan pengetahuan bisnis, pemasaran, hingga minimnya rasa percaya diri membuat usaha mereka sulit naik kelas.

Situasi tersebut mendorong lahirnya berbagai program pemberdayaan yang tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga penguatan kemampuan pelaku usaha. Salah satunya dilakukan melalui program Mekaarpreneur yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Program ini menghadirkan proses inkubasi usaha bagi nasabah ultra mikro melalui pelatihan, mentoring, hingga pengembangan jejaring bisnis agar para pelaku usaha dapat berkembang lebih terarah.

1. Pendampingan dinilai bantu usaha berkembang

Cerita Pengusaha Ultra Mikro yang Tumbuh Lewat Pendampingan Usaha (Dok. PNM Mekaar)

Melalui program Mekaarpreneur, para pelaku usaha mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari pengembangan produk, strategi pemasaran, branding, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas pasar.

Salah satu peserta yang merasakan manfaat program tersebut adalah Yuliana Dewi Putri. Usaha herbal drink miliknya berkembang setelah mengikuti berbagai pelatihan dan inkubasi bisnis dalam program tersebut hingga berhasil menjadi juara pertama di wilayah Bekasi-Jakarta.

“Saya mendapatkan ilmu banyak sekali, mendapatkan teman dan pengalaman luar biasa. Saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang lain. Ilmu yang saya dapat bisa saya share ke anggota kelompok,” ujar Yuliana.

Menurutnya, pengalaman mengikuti program pendampingan membuka wawasan baru tentang cara mengembangkan usaha secara lebih profesional dan terencana.

2. Pengusaha ultra mikro hadapi tantangan lebih luas

Ilustrasi menghitung modal usaha (freepik.com/freepik)

Persoalan yang dihadapi pelaku usaha ultra mikro disebut tidak berhenti pada keterbatasan modal. Banyak di antaranya juga masih menghadapi rendahnya literasi bisnis dan akses pasar yang terbatas.

Sebagian pelaku usaha bahkan belum memahami pengelolaan keuangan sederhana hingga strategi membangun nilai tambah produk. Kondisi tersebut membuat usaha sulit berkembang meski memiliki potensi pasar.

Melalui proses pendampingan, para peserta juga mulai belajar mempresentasikan usaha, memahami strategi bisnis, hingga membangun kepercayaan diri untuk masuk ke ekosistem kewirausahaan yang lebih luas.

“Pencapaian ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan simbol perubahan cara pandang,” tulis keterangan pers Mekaarpreneur yang diterima IDN Times pada Rabu (20/5/2026).

3. Program pemberdayaan disebut buka peluang baru

Cerita Pengusaha Ultra Mikro yang Tumbuh Lewat Pendampingan Usaha (Dok. PNM Mekaar)

Pendekatan pemberdayaan kini dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam pengembangan usaha ultra mikro. Sebab, pelaku usaha membutuhkan lebih dari sekadar tambahan modal untuk bisa bertahan dan berkembang.

PNM menilai akses terhadap pelatihan, mentoring, dan jejaring usaha dapat membantu nasabah membangun keberanian sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis mereka secara bertahap.

Program seperti Mekaarpreneur juga diharapkan mampu menciptakan dampak sosial yang lebih luas karena pelaku usaha tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga pengalaman dan pengetahuan baru.

Melalui pendampingan yang konsisten, para pengusaha ultra mikro diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha dan melihat peluang yang lebih besar di masa depan.

Editorial Team