Bandung, IDN Times - Jurnalis foto Republika, Thoudy Badai atau Odi, dan beberapa warga negara Indonesia (WNI) lainnya ditahan militer Israel di perairan Mediterania. Insiden ini terjadi saat mereka sedang berlayar bersama misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla untuk menembus blokade Gaza.
Informasi ini pun sudah didapat keluarga Odi di Bandung. Ibu Odi, Hani Hanifa Humanisa tak bisa menahan kekhawatiran untuk segera mendapat kabar baik dari anaknya. Dia pun berharap bantuan dari berbagai lembaga termasuk pemerintah Indonesia agar anaknya dan WNI lain bisa segera dilepaskan pasukan Israel.
Ditemui di rumahnya, di kawasan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Hanifa bercerita dia masih mengingat jelas percakapan terakhirnya dengan sang anak yang bersikerat untuk ikut dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Sebagai ibu, ia sebenarnya diliputi rasa takut sejak awal. Namun di balik kekhawatiran itu, Hani melihat tekad besar dalam diri Odi.
Menurutnya, keinginan Odi untuk pergi ke Gaza sebenarnya sudah muncul sejak mengikuti pelatihan di Tunisia. Saat itu, ia belum mengizinkan anaknya melanjutkan perjalanan.
“Yang pertama itu waktu ke Tunisia. Di sana dia ikut pelatihan untuk selanjutnya kalau diizinkan orang tuanya lanjut ke Gaza. Tapi waktu di Tunisia saya enggak kasih izin,” ujar Hani, Selasa (19/5/2026).
Sebagai ibu, ia mengaku sangat takut melihat situasi perang dan konflik di Gaza. Namun, pada kesempatan kedua, saat Odi kembali meminta izin ketika berada di Turki, Hani mulai melihat kesungguhan anaknya. Ia merasa Odi bukan hanya ingin menjalankan tugas sebagai jurnalis, tetapi juga memiliki panggilan pribadi dan jiwa petualang yang kuat.
“Saya berpikir anak-anak saya jangan hidup hanya untuk orang tuanya. Jangan hidup hanya untuk keluarganya. Dia harus hidup buat dirinya sendiri,” katanya.
Jika dirinya melarang, lanjut Hani, Odi pasti akan menuruti. Namun, ia memilih mendukung keputusan sang anak setelah melihat keyakinan besar yang dimiliki.
“Ketika saya tanya berapa persen keyakinannya, dia bilang 80 persen. Sebagai orang tua ya akhirnya mengizinkan sambil support dengan doa,” ucapnya.
