Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-02-03 at 9.15.07 AM.jpeg
Pencarian korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. IDN Times/Istimewa

Intinya sih...

  • Pemulihan infrastruktur dasar harus disegerakan

  • Alat berat dan tim Government Relations dikerahkan untuk memastikan koordinasi efektif

  • Sany Indonesia berkomitmen pada program sosial jangka panjang

  • Pemerintah terus meningkatkan upaya tanggap darurat di Cisarua

  • Pencarian dan identifikasi korban terus dilakukan

  • Operasi pencarian memasuki hari ke-10 dengan total 83 body pack dievakuasi

  • Jumlah body pack melebihi data awal korban dalam daftar pencarian

  • 35 korban jiwa belum jelas identitasnya, operasi pencarian tetap dilanjutkan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Tim Basarnas masih mencari sisa korban tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Data pada Senin (2/2/2026), sebanyak 83 Kantong jenazah ditemukan tim SAR gabungan dalam proses pencarian korban longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Jumlah ini melebihi data total korban yang hilang yaitu 80 jiwa. Meski demikian data ini masih diverifikasi untuk jumlah jiwanya.

Untuk memperbaiki kawasan yang tertimbun dan pencarian korban, alat berat terus dikerahkan di kawasan tersebut. Bantuan alat berat pun berdatangan salah satunya dari Sany Indonesia. Perusahaan ini menyiapkan empat unit ekskavator untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan material longsor. Dua unit di antaranya telah tiba dan langsung dioperasikan di lokasi bencana.

Deputy GM and Director Government Affairs SANY Heavy Industry Indonesia, Saanjay Shamdasani, menyebut kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak tergolong sangat parah dan menyulitkan proses evakuasi maupun distribusi bantuan.

“Kerusakan infrastruktur memutus akses transportasi di banyak titik, sehingga menimbulkan tantangan besar bagi proses evakuasi korban dan pengiriman bantuan. Melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Sany Heavy Industry Indonesia memberikan dukungan peralatan untuk mempercepat penanggulangan darurat,” ujar Saanjay, Rabu (3/2/2026).

1. Pemulihan infrastruktur dasar harus disegerakan

Tanah longsor di Cisarua (Deltalube)

Selain alat berat, Sany Indonesia juga mengerahkan tim Government Relations yang berada langsung di lokasi bencana dan bermalam bersama tim Basarnas serta perwakilan Kementerian PU. Kehadiran tim ini bertujuan memastikan koordinasi berjalan efektif dan respons terhadap kebutuhan mendesak di lapangan bisa dilakukan lebih cepat.

Ia berharap, respons cepat di Cisarua dapat berjalan lebih efisien melalui kolaborasi yang semakin erat dengan pemerintah. Saanjay menambahkan, dukungan kali ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Sany Indonesia dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan.

“Pada 2026, SANY Indonesia merencanakan berbagai program sosial, mulai dari bantuan kesehatan, kegiatan sosial dan pendidikan, hingga dukungan kepada pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pembangunan infrastruktur kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus meningkatkan upaya tanggap darurat di Cisarua. Fokus penanganan meliputi pencarian dan evakuasi korban, pembukaan akses jalan, serta pemulihan infrastruktur dasar. Di tengah kompleksitas medan dan tebalnya material longsor, dukungan alat berat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penanganan sekaligus mengurangi risiko lanjutan bagi warga terdampak.

2. Pencarian dan identifikasi korban terus dilakukan

Pencarian korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. IDN Times/Istimewa

Operasi pencarian dan evakuasi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah memasuki hari ke-10. Hingga Senin (2/2/2026) pukul 17.30 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan tujuh body pack yang tersebar di beberapa sektor pencarian. Satu body pack ditemukan di worksite A2, satu di worksite A3, dan lima lainnya di worksite B2.

Kepala SAR Kota Bandung Ade Dian mengatakan secara kumulatif dari hari pertama kejadian hingga sore hari ini, total body pack yang berhasil dievakuasi berjumlah 83.

“Temuan hari ini menunjukkan bahwa strategi pencarian yang diterapkan masih efektif. Secara kumulatif hingga sore ini, total body pack yang berhasil dievakuasi sebanyak 83,” katanya.

Namun demikian, jumlah body pack tersebut melebihi data awal korban dalam daftar pencarian. Ade Dian menjelaskan bahwa berdasarkan hasil identifikasi Disaster Victim Identification (DVI), terdapat kondisi di mana satu identitas korban terdiri dari lebih dari satu body pack.

“Jumlah body pack memang melebihi data pencarian, namun dari hasil identifikasi DVI terdapat body pack yang berisi lebih dari satu bagian tubuh dengan identitas tunggal, sehingga hal ini memungkinkan jumlah body pack lebih banyak dari data korban,” jelasnya.

3. Ada 35 korban jiwa belum jelas identitasnya

Pencarian korban longsor Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Terkait proses identifikasi, tim DVI telah melakukan identifikasi terhadap 63 body pack. Dari jumlah tersebut, 61 korban telah teridentifikasi, sementara 20 body pack masih dalam proses identifikasi lanjutan.

Dari 61 korban yang telah teridentifikasi, sebanyak 45 korban sesuai dengan daftar pencarian yang berjumlah 80 orang. Sementara itu, dua korban lainnya teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian, yakni atas nama Kayla dan Albiansah, yang diduga merupakan tamu pada saat kejadian longsor.

“Ada dua korban yang teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian, atas nama Kayla dan Albiansah. Berdasarkan laporan aparat setempat, keduanya diduga merupakan tamu yang menginap saat kejadian,” ujar Ade Dian.

Selain itu, terdapat 14 korban lain yang telah teridentifikasi namun namanya tidak termasuk dalam daftar 80 korban pencarian. Dengan kondisi tersebut, hingga saat ini masih terdapat 35 korban yang belum dapat dipastikan identitasnya. Dari jumlah tersebut, 20 korban telah ditemukan dalam bentuk body pack dan saat ini masih menjalani proses identifikasi oleh tim DVI.

Sehubungan dengan perkembangan tersebut, SMC telah melakukan konsolidasi dengan Incident Commander dan perwakilan DVI. Atas arahan penuh Kepala Basarnas selaku SAR Coordinator, diputuskan bahwa operasi pencarian akan tetap dilanjutkan hingga masa tanggap darurat berakhir.

“Operasi pencarian akan tetap dilanjutkan sampai masa tanggap darurat selesai. Namun daftar pencarian tidak lagi menjadi target absolut, melainkan digunakan sebagai data pembanding dalam evaluasi operasi,” kata Ade Dian.

Dalam pelaksanaan pencarian, tim SAR gabungan masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan. Salah satunya adalah korban yang terhimpit bebatuan besar, sehingga membutuhkan upaya ekstra untuk dapat dievakuasi.

“Tidak semua korban dapat ditemukan dengan mudah. Ada korban yang terhimpit bebatuan besar, sehingga tim di lapangan harus bekerja keras untuk menggeser atau mengangkat batu sebelum melakukan evakuasi,” jelasnya.

Untuk operasi selanjutnya, tim SAR gabungan akan kembali melakukan penyisiran di sektor-sektor pencarian yang telah direncanakan dengan tetap mengedepankan keselamatan personel.

Editorial Team