Bandung, IDN Times - Mencari asisten rumah tangga (ART) masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga. Proses rekrutmen yang dilakukan secara informal kerap menimbulkan persoalan, mulai dari ketidakjelasan identitas pekerja hingga ketidaksesuaian kebutuhan antara pekerja dan pengguna jasa.
Situasi tersebut mendorong hadirnya pendekatan baru dalam proses rekrutmen pekerja rumah tangga berbasis digital. Salah satunya dilakukan platform rekrutmen pekerja rumah tangga Cicana yang mulai menerapkan sistem seleksi dan pencocokan berbasis data.
Sejak berdiri pada 2019, platform ini telah melayani lebih dari 6.000 pelanggan dan dikunjungi lebih dari satu juta pengguna melalui situs resminya. Dalam setiap bulan, rata-rata terdapat 2.367 prospek pelanggan baru yang menggunakan layanan tersebut.
Cicana menghadirkan layanan rekrutmen untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari ART, babysitter, caregiver, hingga driver. Seluruh proses dilakukan secara daring dengan sistem yang diklaim lebih transparan dan terstandar.
