Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Baru Cari ART, Platform Digital Ini Terapkan Seleksi Ketat
ilustrasi mengerjakan psikotes (unsplash.com/Ben Mullins)
  • Cicana hadir sebagai platform digital rekrutmen ART dengan sistem seleksi tujuh lapis berbasis data untuk memastikan keamanan dan kesesuaian antara pekerja serta pengguna jasa.
  • Metode wawancara perilaku digunakan untuk menilai karakter kandidat secara objektif, didukung teknologi dan analisis data agar proses pencocokan lebih akurat dan transparan.
  • Kebutuhan keluarga urban terhadap layanan rumah tangga mendorong popularitas rekrutmen digital; Cicana juga menyediakan pelatihan melalui LMS tanpa potongan gaji dan bersertifikasi resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Mencari asisten rumah tangga (ART) masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga. Proses rekrutmen yang dilakukan secara informal kerap menimbulkan persoalan, mulai dari ketidakjelasan identitas pekerja hingga ketidaksesuaian kebutuhan antara pekerja dan pengguna jasa.

Situasi tersebut mendorong hadirnya pendekatan baru dalam proses rekrutmen pekerja rumah tangga berbasis digital. Salah satunya dilakukan platform rekrutmen pekerja rumah tangga Cicana yang mulai menerapkan sistem seleksi dan pencocokan berbasis data.

Sejak berdiri pada 2019, platform ini telah melayani lebih dari 6.000 pelanggan dan dikunjungi lebih dari satu juta pengguna melalui situs resminya. Dalam setiap bulan, rata-rata terdapat 2.367 prospek pelanggan baru yang menggunakan layanan tersebut.

Cicana menghadirkan layanan rekrutmen untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari ART, babysitter, caregiver, hingga driver. Seluruh proses dilakukan secara daring dengan sistem yang diklaim lebih transparan dan terstandar.

1. Sistem seleksi dibuat lebih ketat dan terukur

Cara Baru Cari ART, Platform Digital Ini Terapkan Seleksi Ketat (Dok. Cicana)

Dalam proses rekrutmen, Cicana menerapkan sistem seleksi tujuh lapis untuk memastikan kandidat yang diterima telah melalui proses verifikasi yang ketat. Tahapan tersebut meliputi validasi dokumen, pengecekan rekam jejak, pemeriksaan jejak digital, hingga wawancara perilaku.

Data internal perusahaan pada 2025 menunjukkan dari 3.249 pekerja yang mendaftar setiap bulan, hanya sekitar 40,71 persen yang lolos tahap registrasi awal. Setelah melalui background checking dan proses verifikasi, jumlah kandidat yang dapat ditempatkan semakin disaring.

CEO sekaligus Co-Founder Cicana, Annisa Kartika, mengatakan proses seleksi tidak hanya bertujuan menjaga keamanan keluarga, tetapi juga memastikan pekerja ditempatkan sesuai profil dan kebutuhan pengguna jasa.

“Dengan sistem rekrutmen tujuh lapis, Cicana memastikan keamanan keluarga sekaligus menghargai pekerja rumah tangga sebagai profesi bermartabat. Seleksi ini bukan hanya menyaring kandidat, tetapi juga memahami profil mereka agar ekspektasi pemberi kerja dan pekerja rumah tangga terjaga seimbang,” ujar Annisa.

2. Metode wawancara perilaku jadi pembeda

ilustrasi wawancara (pexels.com/Alex Green)

Salah satu metode yang digunakan dalam proses seleksi adalah Behavioral Event Interview (BEI). Pendekatan ini digunakan untuk menggali pengalaman nyata kandidat saat menghadapi situasi tertentu di pekerjaan sebelumnya.

Melalui metode tersebut, perusahaan menilai karakter dan respons kandidat secara lebih terukur dibanding wawancara konvensional yang cenderung subjektif. Penilaian itu kemudian digunakan untuk mencocokkan pekerja dengan kebutuhan masing-masing keluarga.

Founder Cicana, Bagus Dwi Prasetyo, menyebut proses rekrutmen kini semakin mengandalkan teknologi dan pengolahan data agar hasil pencocokan lebih tepat.

“Dengan dukungan teknologi dan SDM yang dimiliki Cicana, proses rekrutmen kini terstandar dan sepenuhnya berbasis data. Tidak ada lagi asumsi-asumsi subjektif; setiap langkah seleksi dilakukan secara terukur sehingga proses pencocokan antara pemberi kerja dan pekerja rumah tangga menjadi lebih aman, mudah, dan efektif,” kata Bagus.

3. Rekrutmen digital mulai jadi kebutuhan keluarga urban

Cara Baru Cari ART, Platform Digital Ini Terapkan Seleksi Ketat (Dok. Cicana)

Perubahan gaya hidup masyarakat urban membuat kebutuhan terhadap layanan rumah tangga yang praktis dan terpercaya terus meningkat. Karena itu, proses rekrutmen berbasis digital dinilai menjadi salah satu solusi untuk mempermudah pencarian pekerja rumah tangga yang sesuai kebutuhan.

Selain menyediakan layanan rekrutmen, Cicana juga mengoperasikan LMS Cicana School of ART sebagai platform pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja domestik. Seluruh layanan disebut berjalan tanpa potongan gaji pekerja dan dilengkapi perjanjian kerja yang jelas.

Perusahaan juga telah mengantongi sertifikasi resmi dari OSS dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Kehadiran sistem digital seperti ini diharapkan dapat menghadirkan proses rekrutmen yang lebih aman, profesional, dan nyaman bagi keluarga maupun pekerja rumah tangga di Indonesia.

Editorial Team