Cirebon, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus setelah muncul laporan kasus di sejumlah daerah di Indonesia. Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon kini menyiapkan langkah antisipasi melalui edaran resmi hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat dan fasilitas layanan kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih mengatakan kewaspadaan dini sebenarnya telah dilakukan sejak tahun lalu. Namun, pekan ini pihaknya kembali menerima surat kewaspadaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyusul ditemukannya kasus hantavirus di wilayah Indonesia.
“Surat kewaspadaan dini sebenarnya sudah pernah keluar pada 2025. Tapi minggu ini kami kembali menerima surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat karena di Indonesia sudah ada kasus yang ditemukan di Jogja dan Semarang,” kata Mona, Selasa (12/5/2026).
Menurut Mona, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon langsung menindaklanjuti instruksi tersebut dengan menyiapkan surat edaran untuk seluruh rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kabupaten Cirebon. Selain itu, promosi kesehatan mengenai hantavirus mulai digencarkan melalui media sosial dan kanal komunikasi milik puskesmas.
“Secara lisan kewaspadaan sudah kami sampaikan ke kepala puskesmas. Banyak puskesmas juga sudah mulai membuat edukasi tentang hantavirus melalui media
