Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BPR di Ciayumajakuning Lagi Seret, Kredit Turun Jadi Rp1,79 Triliun
Ilustrasi Bank. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Kredit BPR Ciayumajakuning per Juni 2026 mencapai Rp1,79 triliun, turun 12,82% secara tahunan, meski rasio kredit bermasalah membaik.

  • Aset BPR turun menjadi Rp2,4 triliun dan dana pihak ketiga Rp1,85 triliun; ROA melemah menjadi 2,32%, sementara BOPO naik ke 85,80%.

  • Permodalan BPR tetap menguat dengan CAR 22,53%; OJK Cirebon terus memantau penerapan strategi anti-fraud sesuai POJK Nomor 12 Tahun 2024.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cirebon, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kinerja bank perekonomian rakyat (BPR) di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) triwulan II 2026 masih berada dalam batas aman, meski sejumlah indikator mengalami penurunan.

Hingga Juni 2026, penyaluran kredit BPR tercatat Rp1,79 triliun, turun 12,82% secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon Agus Muntholib mengatakan penurunan juga terlihat dalam perbandingan sejak awal tahun (year to date/ytd) sebesar 10,82 persen dan secara bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,66 persen.

"Kinerja BPR di wilayah Ciayumajakuning pada Triwulan II 2026 cukup stabil dan masih dalam batas aman, meskipun beberapa indikator mengalami penurunan," kata Agus, Kamis (1/10/2026).

1. Kredit menurun, NPL ikut turun

Ilustrasi bank (IDN Times/Arief Rahmat)

Penurunan penyaluran kredit diikuti perbaikan kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BPR secara yoy turun 2,12 persen dan secara ytd turun 2,32 persen.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator positif di tengah kontraksi penyaluran kredit. Pada saat yang sama, struktur penyaluran kredit BPR masih terkonsentrasi pada lima sektor ekonomi.

Porsi terbesar berasal dari sektor bukan lapangan usaha lainnya sebesar 42,78 persen atau Rp758,53 miliar. Berikutnya, sektor perdagangan besar dan eceran mencapai 35,26 persen atau Rp625,24 miliar.

Penyaluran kepada sektor bukan lapangan usaha rumah tangga mencapai 8,23 persen atau Rp145,86 miliar.

Sementara itu, sektor pertanian, perburuan dan kehutanan menyerap Rp60,69 miliar atau 3,42 persen, sedangkan jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya mencapai Rp59,23 miliar atau 3,34 persen.

2. Aset dan DPK turun

Ilustrasi Bank Bullion (Bank Emas). (IDN Times/Anjani Asra)

Tekanan juga terlihat pada aset dan penghimpunan dana. Total aset BPR se-Ciayumajakuning pada Juni 2026 mencapai Rp2,4 triliun, turun 8,81 persen secara yoy, 16,38 persen secara ytd, dan 4,21 persen secara mtm.

Dana pihak ketiga (DPK) juga tercatat Rp1,85 triliun. Nilai tersebut turun 11,92 persen secara yoy, 19,16 persen secara ytd, dan 5,24 persen secara mtm.

Dari sisi rentabilitas, rasio return on assets (ROA) berada di level 2,32 persen. Angka tersebut turun 1,36 persen secara yoy dan 1,01 persen secara ytd. Namun, secara bulanan ROA meningkat 0,03 persen.

Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat 85,80 persen, naik 7,14 persen secara yoy dan 3,88 persen secara ytd.

3. Modal BPR tetap terjaga

ilustrasi bank (vecteezy.com/Oleg Gapeenko)

Agus mengatakan, di tengah penurunan sejumlah indikator, permodalan BPR masih menunjukkan penguatan. Capital Adequacy Ratio (CAR) pada Juni 2026 mencapai 22,53 persen.

Rasio kecukupan modal tersebut meningkat 6,09% secara yoy, 2,44 persen secara ytd, dan 0,73 persen secara mtm.

Ia menambahkan, OJK Cirebon tetap melakukan pemantauan terhadap penerapan strategi anti-fraud pada BPR yang berada dalam pengawasan kantor OJK Cirebon.

"OJK Cirebon terus mendorong dan melakukan monitoring penerapan POJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan di seluruh BPR yang berada di bawah pengawasan Kantor OJK Cirebon," ujar Agus.

Curated For You

Editorial Team

Related Article