Cirebon, IDN Times - Masyarakat di wilayah Cirebon, Jawa Barat diminta mulai bersiap menghadapi musim kemarau 2026 yang diprakirakan datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan memiliki tingkat kekeringan di atas normal.
Peringatan ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kertajati di Majalengka.
Kepala Stasiun Meteorologi Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, menyebutkan puncak musim kemarau di kawasan Cirebon diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Ia menegaskan kondisi tahun ini berpotensi lebih ekstrem dibanding pola normal.
“Puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September. Tahun ini indikasinya lebih kering dan durasinya lebih panjang,” ujar Fuad, Senin (27/4/2026).
