Pameran bisnis waralaba di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
Sementara itu, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan, Septo Soepriyatno mendukung penuh IFBEX 2026, karena mampu menstimulasi tumbuhnya wirausahawan baru di Indonesia. Berdasarkan data rasio pelaku usaha di Indonesia bau 3,26 persen. Masih jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang telah mencapai 8 persen.
"Kita ingin ke depan, sebagaimana tujuan menjadi negara maju di 2045, indeks kewirausahaan minimal di angka 10 sampai 12 persen," katanya.
Dia pun mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam IFBEX 2026 ini, dalam mengakselerasi bisnis waralaba di Indonesia, termasuk membidik pasar di luar negeri.
"Potensi untuk berkembangnya pelaku usaha di tanah air, waralaba khususnya go global itu sangat terbuka lebar dan di luar negeri sangat menyukai produk-produk dari Indonesia," ujarnya.
Saat ini Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jabar 5,32 persen secara year on year di 2025, diakuinya akan semakin terdongkrak dengan adanya perluasan sektor UMKM. Terlebih Jabar diakuinya merupakan pasar potensial, dengan jumlah penduduk yang mencapai 51,7 juta jiwa.
Dalam acara IFBEX 2026, ditargetkan dihadiri 10 ribu pengunjung dan investor selama tiga hari penyelenggaraan, dengan menghadirkan 70 brand ternama dari berbagai industri.