Cirebon, IDN Times - Produksi garam rakyat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, belum berjalan sepanjang tahun 2026 hingga pertengahan Mei. Curah hujan yang masih turun pada masa peralihan musim membuat tambak garam belum cukup kering untuk memulai proses produksi.
Kondisi tersebut memaksa petani menunda pengolahan pada Mei hingga Juni. Akibatnya, target produksi garam tahun ini berpotensi kembali terganggu apabila musim kemarau tidak berlangsung stabil dalam beberapa pekan ke depan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Pengolahan dan Pengawasan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon, Teguh Budiman, mengatakan hujan yang masih terjadi membuat dasar tambak tetap basah sehingga proses kristalisasi garam belum dapat dilakukan.
"Normalnya produksi mulai berjalan Mei sampai Juni. Tetapi sampai sekarang belum ada produksi karena tambak belum kering," katanya, Jumat (22/5/2026).
Menurut Teguh, kondisi cuaca menjadi faktor paling menentukan dalam produksi garam rakyat di Cirebon yang mayoritas masih menggunakan metode tradisional. Ketergantungan terhadap panas matahari membuat produksi sangat rentan terganggu ketika musim kemarau datang terlambat atau disertai hujan.
