Cirebon, IDN Times - Warga Kabupaten Cirebon, Jawa Baratb mulai khawatir dengan isu dugaan pengoplosan beras dalam skala besar. Informasi menyebutkan adanya ratusan merek beras yang tidak murni dan diduga merupakan campuran dari berbagai kualitas serta usia beras menyebar luas sejak awal Juli 2025.
Isu ini berkembang pesat melalui grup percakapan daring dan media sosial, disertai dengan daftar merek beras yang diklaim telah dioplos. Masyarakat pun mulai meragukan keaslian beras yang mereka konsumsi sehari-hari. Banyak konsumen menghentikan pembelian rutin dan memilih menunggu kejelasan dari pemerintah.
Siti Masithoh, warga Kecamatan Sumber, mengaku resah dan berhenti membeli merek beras langganannya setelah membaca kabar tersebut. “Saya khawatir, apalagi kalau benar ada campuran beras lama. Saya tidak mau ambil risiko,” ujarnya saat ditemui di Pasar Pasalaran, Rabu (30/7/2025).
