Bandung, IDN Times — Bagi generasi muda, memilih tempat bekerja kini bukan lagi sekadar soal posisi atau besaran gaji. Budaya kerja mulai menjadi faktor penting yang menentukan apakah sebuah perusahaan layak dijadikan tempat tumbuh dan berkembang.
Lingkungan kerja yang suportif, terbuka terhadap ide baru, serta mendorong kolaborasi dinilai semakin relevan, terutama bagi gen z yang identik dengan nilai kebersamaan dan ruang berekspresi. Tak heran, perusahaan dengan budaya kerja sehat kian mendapat perhatian pencari kerja muda.
Perubahan perspektif ini juga terlihat di industri rekrutmen. Perusahaan tak hanya dituntut mempertemukan kandidat dan perusahaan, tetapi juga menghadirkan ekosistem kerja yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.
Selama tujuh tahun perjalanannya, Bosshire menjadi salah satu perusahaan rekrutmen yang konsisten membangun budaya kerja tersebut. Pendekatan ini menjadikan Bosshire kerap dilirik sebagai contoh lingkungan kerja yang dekat dengan karakter gen z.
Didirikan pada 2018, mereka hadir membawa semangat baru dalam industri rekrutmen Indonesia. Perusahaan ini mengusung misi membuka peluang terbaik seluas-luasnya bagi pencari kerja sekaligus membantu perusahaan menemukan talenta yang sesuai dengan kebutuhannya.
Tak hanya melalui job portal, Bosshire juga menghadirkan Bosshire Executive, layanan pencarian talenta eksekutif untuk perusahaan yang membutuhkan kandidat dengan kualifikasi khusus. Layanan ini menjadi bagian dari upaya Bosshire menjawab dinamika kebutuhan dunia kerja.
“Capaian Bosshire dalam menginspirasi industri rekrutmen Indonesia ini sebenarnya tidak lepas dari adanya penerapan nilai RESPECT (reliability, empathy, support, professionalism, excellence, collaboration, dan teamwork) dan LOVE (loyalty, optimism, value-driven, dan empowerment),” kata Jiang Yong, Direktur dan Founder Bosshire, dalam siaran pers yang diterima Jumat (6/2/2026).
Lantas melalui nilai-nilai itu, apa saja budaya kerja Bosshire yang menjadi idaman pencari kerja gen z?